<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184</id><updated>2011-08-18T06:53:18.838-07:00</updated><title type='text'>Serpihan Hikmah</title><subtitle type='html'>Nasehat-nasehat dan renungan, yang insya4LL1 berguna bagi kita. Ambil yang benar dan pisahkan bila ada yang salah, karena toh mereka juga manusia.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115880912636934977</id><published>2006-09-20T20:19:00.000-07:00</published><updated>2006-09-20T20:36:59.023-07:00</updated><title type='text'>Hai Nak</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/kasih%20ibu.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/320/kasih%20ibu.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hai Nak,&lt;br /&gt;Ini cerita cinta dari Ayah dan Bunda buatmu. Tidak untuk dijadikan pegangan hidup, karena sudah ada Al-Qur'an. Untuk itu tidak pula sebagai tuntunan laku, karena Rasul telah tinggalkan Sunnah bagi kita. Cukuplah engkau ingat-ingat dalam setiap jatah waktu yang engkau miliki.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hai, nak&lt;br /&gt;Kau mungkin tidak ingat kalimat dalam setiap kali kami menimangmu tidur berisi permohonan : (1) Berisi pujian (2) Berisi tanda syukur (3) Berisi kesaksian (4) Berisi pengakuan (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, nak&lt;br /&gt;Kami mengajarkanmu makan dan minum, tidak untuk mengenyangkan perutmu, tidak pula untuk penuhi dahagamu. Tapi sekedar membantu agar engkau mampu menuntaskan kewajibanmu setelah itu. Dan ingat pada mereka-mereka yang masih mengais rezeki hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, nak&lt;br /&gt;Kami mengajarkanmu menggenggam tidak untuk menahan hak orang lain, tidak pula untuk merampasnya, tapi sekedar cara mempertahankan milikmu dan meletakkan sebagian isi genggamanmu pada tangan yang lebih berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, nak&lt;br /&gt;Kami mengajarkanmu melangkah tidak hanya untuk menjejakkan kaki pada tempat yang engkau inginkan. Gunakan pelajaran itu nanti untuk tetapkan langkah pada jalan-Nya Walau berserak kerikil dan batu menyandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, nak&lt;br /&gt;Kami mengajarkanmu berbicara Tidak untuk berbual ria, tidak pula menikam musuh dalam fitnah. Manfaatkan kemampuan itu nanti untuk berbagi dan menyampaikan ilmu (6).&lt;br /&gt;Dan selalu berdiskusi dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, nak&lt;br /&gt;Duabelas purnama, itu dulu pelajaran buatmu. Bila Ia berikan lapang waktu akan kita teruskan pelajaran lainnya agar waktu yang terlewati dan setiap waktu yang tersisa selalu berisi pengabdian dan berlimpah dengan ridha-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Istighfar (Astaghfirullah al'adzim)&lt;br /&gt;2 Tasbih (Subhanallah)&lt;br /&gt;3 Tahmid (Alhamdulillah)&lt;br /&gt;4 Tahlil (La ilaha illa'Allah)&lt;br /&gt;5 Takbir (Allahu Akbar)&lt;br /&gt;6 Ilmu yang bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115880912636934977?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115880912636934977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115880912636934977' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115880912636934977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115880912636934977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/09/hai-nak.html' title='Hai Nak'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115798446414004907</id><published>2006-09-11T07:03:00.000-07:00</published><updated>2006-09-11T07:21:04.653-07:00</updated><title type='text'>Siapakah Tuhan Kita ?</title><content type='html'>Tuhan kita adalah jawaban-jawaban hati kita&lt;br /&gt;Saat hati ini bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Siapa yang paling kita ikuti ?&lt;br /&gt;      Siapa yang paling kita cintai ?&lt;br /&gt;      Siapa yang paling kita takuti ?&lt;br /&gt;      Siapa yang paling kita taati ?&lt;br /&gt;      Siapa yang paling kita puji ?&lt;br /&gt;      Siapa yang selalu teringat di hati ?&lt;br /&gt;      Kepada Siapa kita mengabdi ?&lt;br /&gt;      Kepada Siapa kita tertunduk berendah hati ?&lt;br /&gt;      Kepada Siapa kita pasrahkan hidup ini ?&lt;br /&gt;      Kepada Siapa keluh kesah dan pengobat hati ?&lt;br /&gt;      Kepada Siapa segalanya bermuara ?&lt;br /&gt;      Untuk Siapa hidup dan mati ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jawaban kita adalah Tuhan kita&lt;br /&gt;      Siapakah Tuhan kita sesungguhnya ?&lt;br /&gt;      Ya Tuhan.. Sebelum mati kami ingin benar-benar meNuhankan-Mu&lt;br /&gt;      Tolonglah kami berpaling dari tuhan-tuhan saingan-Mu&lt;br /&gt;      Karena kami sangat takut akan murka-Mu&lt;br /&gt;      Tolonglah kami agar kami sanggup mencintai-Mu&lt;br /&gt;      lebih dari segala cinta kami terhadap tuhan-tuhan kami saat ini&lt;br /&gt;      Ya Tuhan .. Ampuni dosa-2 kami.&lt;br /&gt;      Jika tidak, tentulah kami termasuk orang-orang yang rugi&lt;br /&gt;      Luruskan hati kami ya Tuhan&lt;br /&gt;                                   &lt;br /&gt;      Amien...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115798446414004907?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115798446414004907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115798446414004907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115798446414004907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115798446414004907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/09/siapakah-tuhan-kita.html' title='Siapakah Tuhan Kita ?'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115797073993339572</id><published>2006-09-11T03:22:00.000-07:00</published><updated>2006-09-11T03:32:20.263-07:00</updated><title type='text'>Juklak Sederhana</title><content type='html'>From : Adhika Dirgantara’s Weblog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan langka berdiskusi dengan Abdullah Gymnastiar di masjid kantor awal pekan lalu, ada tiga hal sederhana namun menarik yang saya coba catat. Diskusi ini agak langka karena kehadiran Aa Gym memang ‘tidak terlalu direncanakan’, semacam sekedar mampir sebelum memberikan pencerahan dalam kajian rutin di masjid Al Azhar Kebayoran pada malam harinya. Diskusi di masjid kantor sendiri dilangsungkan setelah sholat ashar berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diskusi singkat tersebut Aa Gym sedikit menguraikan mengenai penunaian tugas manusia seutuhnya dalam konsep yang sederhana, saya menangkapnya sebagai semacam juklak (petunjuk pelaksanaan) bagi tiap-tiap manusia dalam menunaikan setiap tantangan kehidupan yang menghampiri. Tiga hal tersebut adalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar (usaha) dan menggenapkan tawakal (penyerahan diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepatutnya bahwa dalam setiap penunaian tugas, manusia menyandarkan niatnya pada keridhoan Allah SWT semata, orientasi ketuhanan yang pekat dan ketat. Tidak berharap pada hal lain selain bahwa apa yang dia akan kerjakan itu adalah hal yang sekiranya mendatangkan keridhoan Allah. Jika kemudian hasil kerjanya itu menghadirkan pujian orang, membuatnya populer, orang jadi lebih suka pada dirinya dan hal-hal lain, itu tidak lebih sebagai efek samping saja yang kemungkinan besar hadir sebagai sebentuk cobaan hidup berikutnya, namun substansi niatan tetap bersandar pada lillahi ta’ala semata. Ini yang bisa saya tangkap dari poin meluruskan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang sungguh-sungguh menjadi prosedur berikutnya yang harus ditunaikan setelah niatan yang lurus. Agak naif ketika niat telah lurus dengan orientasi ketuhanan, namun pelaksanaannya tidak dalam proporsi yang semestinya, lebih tragis lagi jika hanya mengharapkan keajaiban dalam penggapaian hasilnya. Ikhtiar merupakan bagian dari proses secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur terakhir yang juga tidak sepatutnya dilupakan ketika niatan telah lurus dan ikhtiar telah sempurna adalah tawakal yang genap, pengembalian seluruh daya upaya kepada kekuasaan Allah untuk menentukan hasil yang sepatutnya. Sebuah deklarasi pengakuan akan eksistensi terhadap kekuatan yang maha besar, jauh lebih besar dari upaya meluruskan niat dan ikhtiar yang telah disempurnakan, jauh lebih tahu mana hasil yang lebih baik untuk ditetapkan. Sebuah kesadaran seutuhnya bahwa hasil tidak selalu berbanding lurus dengan harapan yang telah tergambar dalam pikiran dan angan. Apa yang baik menurut kita dalam dimensi keduniaan belum tentu baik hakikinya karena kehidupan (ternyata) juga menyangkut dimensi akhirat (ukhrowi) tidak melulu keduniaan. Sehingga sudah sepatutnya manusia mampu berlapang dada terhadap hasil yang ditetapkan, apapun itu. Tidak perlu terlalu berpusing ria selama juklak sederhana ini telah ditunaikan dengan semestinya, toh Allah melihat proses bukan (sekedar) hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juklak yang sederhana dan memang begitulah sepatutnya, meski realisasi tidaklah sesederhana uraian. Dan tugas manusia pulalah untuk terus mencoba! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115797073993339572?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115797073993339572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115797073993339572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115797073993339572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115797073993339572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/09/juklak-sederhana.html' title='Juklak Sederhana'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115776170319840961</id><published>2006-09-08T17:23:00.000-07:00</published><updated>2006-09-08T17:28:23.786-07:00</updated><title type='text'>Surat Buat Mas Ulil Absar Abdalla</title><content type='html'>Saya mencoba menulis surat ini di website www.islamlib.com, dengan mengomentari tulisan mas Ulil. Mudah2 an dibaca beliau.. dan bisa ditampilkan di websitenya.&lt;br /&gt;ya.. sekedar saling menasehati saja.. mudah-mudahan Allah merahmati beliau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ass.Wrwb.&lt;br /&gt;Mas Ulil yang baik,&lt;br /&gt;Saya sangat salut dengan banyak tulisan anda..&lt;br /&gt;Anda adalah seorang yang cerdas dan diberikan Allah suatu kelebihan sehingga anda dipercaya memimpin sebuah kelompok Jamaah Islam Liberal. Sebuah Jamaah yang endobrak tatanan berfikir yang "anda anggap" kuno, tradisional, jumud atau mandeg.&lt;br /&gt;Tapi mas Ulil yang baik...&lt;br /&gt;Tolonglah, tulisan dan faham anda sudah dibaca banyak orang, sudah dibaca banyak generasi terutama generasi muda dan kalangan kampus. &lt;br /&gt;Kita tinggal melihat hasilnya mas Ulil ya..&lt;br /&gt;Apakah dengan paham yang mas Ulil ajarkan itu akan menjadikan mereka berakhlaq baik atau justru sebaliknya. Apakah mereka akan menjadi orang yang bijaksana dan sangat toleran dengan berbagai perbedaan atau justru menginjak-injak keyakinan orang lain yang berbeda dengan dia, seperti banyak kasus : =&gt; penginjakan Lafaz Allah di kampus IAIN Surabaya, dan "anjinghu Akbar" nya mahasiswa IAIN Bandung. Juga dikeluarkannya buku yang sangat mendukung Pernikahan sejenis di IAIN Semarang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa Ulil yang baik...&lt;br /&gt;Saya yakin anda jauh lebih pintar dari saya dalam hal ilmu agama, karena anda seorang dengan latar belakang santri...&lt;br /&gt;Tapi mas Ulil... sebagai sesama manusia, apalagi sesama Muslim itu bersaudara.. saya mencoba ( mudah-mudahan saya pantas untuk itu ) ingin berbagi sapa, cobalah mas Ulil tanyakan kepada hati nurani anda... &lt;br /&gt;Apakah anda masih mempercayai isi Alqur'an..??&lt;br /&gt;Apakah anda masih mempercayai isi Al-Hadits..??&lt;br /&gt;Apakah isi Qur'an dan Hadist itu benar2 dari Allah dan Rasulnya. &lt;br /&gt;Dan kenapa anda bersikukuh bahwa cara berIslam yang baik itu harus sesuai dengan tafsir dengan metode hermeneutika anda, dan tafsir2 sebelumnya anda anggap tak sesuai dengan dinamika kehidupan saat ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mas Ulil yang baik...&lt;br /&gt;saya mungkin orang bodoh... sangat bodoh dan tidak pinter seperti anda. Saya tidak pernah mengenyam Pesantren seperti anda sehingga ilmu agama saya akan kalah jauh..&lt;br /&gt;Tapi jika sesuatu itu salah ( atau sebut saja tidak pas jika tak ingin berdebat salah / atau benar ), saya rasa apa yang anda ajarkan dan sebarkan, kok tak terasa bijaksana. Sangat menyakitkan dan tak menghormati orang-orang yang banyak berjasa kepada Agama Islam baik dahulu maupun sekarang. Banyak dari mereka berjuang membina akidah dan tauhid bagi umat Islam, tapi bangunan akidah tsb ( sudah banyak diruntuhkan oleh paham pluralisme anda ). &lt;br /&gt;mas Ulil yang baik,....&lt;br /&gt;Kenapa mas Ulil harus takut dengan perbedaan..&lt;br /&gt;Kenapa mas Ulil mengharapkan semua orang harus berpikir bahwa semua agama itu sama. Kalo begitu buat apa saya tanamkan aqidah pada anak-anak saya.&lt;br /&gt;Buat apa Pak guru Agama, Pak Kiai capek2 mengajarkan tauhid dan keyakinan bahwa Allah adalah satu, tempat bergantung, tidak beranak dan diperanakkan, dan tak ada satu zat pun yang menyerupainya ? ???? Buat Apa Mas Ulil??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ulil, semoga Allah mendengan jeritan saya ini dan mudah2an Allah masih membukakan pintu buat Anda untuk kembali kepada jalan yang lurus..&lt;br /&gt;Allah telah mengaruniai pikiran-pikiran anda yang cerdas, tapi saat ini saya anggap anda sedang keseleo berpikir.&lt;br /&gt;Ya Allah, jika Engkau berkehendak, apapun bisa terjadi..&lt;br /&gt;Jika Engkau ingin memalingkan hamba-Mu dari kebenaran sangat mudah, begitupun jika anda ingin mengembalikannya dari kesesatan menuju kebenaran-Mu , itupun sangat mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah.. mudah-mudahan Engkau masih menyayangi hamba-Mu..&lt;br /&gt;Mas Ulil, mudah2 an masih bisa berpikir dengan pikiran-Mu, berkata dengan perkataan-Mu, dan melihat dengan mata-Mu ya Allah. Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Engkau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mas Ulil, cukup sampai di sini tulisanku.&lt;br /&gt;Semoga Allah masih menyertai-Mu, dan semoga engkau masih bisa bertobat sebelum ajal menjemput. Jika tidak, wallahu'alam.. hidup hanya sebentar mas Ulil. Jangan tertipu dengan kesenangan yang sementara ini. Mungkin ini nasehat2 yang sering anda angggap "klise " dan penuh "repetitif". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ulil, saya sudah kehabisan kata-kata...&lt;br /&gt;Mungkin dengan kecerdasan anda, anda akan bisa mematahkan dengan segala upaya dari tulisan ini. Tapi mas Ulil, jika kecerdasan anda, anda arahkan ke hal-hal yang baik dan positif thinking dan dengan nurani yang hidup.. mudah-mudah an anda masih mendapat pertolongan-Nya. Amien .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazheri - orang awam yang mencoba menyapa mas Ulil&lt;br /&gt;Wassalam.wrwb.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115776170319840961?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115776170319840961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115776170319840961' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115776170319840961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115776170319840961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/09/surat-buat-mas-ulil-absar-abdalla.html' title='Surat Buat Mas Ulil Absar Abdalla'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115711477132071244</id><published>2006-09-01T05:45:00.000-07:00</published><updated>2006-09-01T05:56:30.166-07:00</updated><title type='text'>Yang Paling Menakjubkan Imannya</title><content type='html'>Suatu malam, menjelang waktu subuh, Rasulullah SAW bermaksud untuk wudhu. "Apakah ada air untuk wudhu?" beliau bertanya kepada para sahabatnya. Ternyata tak ada seorang pun yang memiliki air. Yang ada hanyalah kantong kulit yang dibawahnya masih tersisa tetesan-tetesan air. Kantong itu pun dibawa ke hadapan Rasulullah. Beliau lalu memasukkan jari jemarinya yang mulia ke dalam kantong itu. Ketika Rasulullah mengeluarkan tangannya, terpancarlah dengan deras air dari sela-sela jarinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat lalu segera berwudhu dengan air suci itu. Abdullah bin Mas'ud bahkan meminum air itu. Usai salat subuh, Rasulullah duduk menghadapi para sahabatnya. Beliau bertanya, "Tahukah kalian, siapa yang paling menakjubkan imannya?" &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, "Para malaikat."  "Bagaimana para malaikat tidak beriman," ucap Rasulullah, "Mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Allah. Pekerjaan mereka adalah melaksanakan amanah-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, para Nabi, ya Rasulallah," berkata para sahabat. "Bagaimana para nabi tidak beriman; mereka menerima wahyu dari Allah," jawab Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kami; para sahabatmu," kata para sahabat. "Bagaimana kalian tidak beriman; kalian baru saja menyaksikan apa yang kalian saksikan," Rasulullah merujuk kepada mukjizat yang baru saja terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, siapa yang paling menakjubkan imannya itu, ya Rasulallah?" para sahabat bertanya. Rasulullah menjawab, "Mereka adalah kaum yang datang sesudahku. Mereka tidak pernah berjumpa denganku; tidak pernah melihatku. Tapi ketika mereka menemukan&lt;br /&gt;Al-Kitab terbuka di hadapan, mereka lalu mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar bisa&lt;br /&gt;berjumpa denganku, mereka akan menjual seluruh hartanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Hadis di atas dimuat dalam Tafsir Al-Dûr Al-Mantsûr, karya mufasir Jalaluddin &lt;br /&gt;Al-Syuyuti. Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok ini; mereka yang&lt;br /&gt;tidak pernah bertemu dengan Rasulullah tetapi mencintainya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam kitab ini, diriwayatkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW bersabda, &lt;br /&gt;"Berbahagialah mereka, para saudaraku (ikhwâni)." Para sahabat bertanya, "Apakah yang kau maksud dengan ikhwâni itu adalah kami, ya Rasulullah?"  "Tidak," jawab Rasulullah, "Kalian adalah para sahabatku. Yang aku maksud dengan &lt;br /&gt;ikhwâni adalah mereka yang datang sesudahku." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115711477132071244?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115711477132071244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115711477132071244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115711477132071244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115711477132071244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/09/yang-paling-menakjubkan-imannya.html' title='Yang Paling Menakjubkan Imannya'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115534837888791076</id><published>2006-08-11T18:41:00.000-07:00</published><updated>2006-08-11T19:06:19.590-07:00</updated><title type='text'>Cinta dan rindu</title><content type='html'>dalam sepi ada cinta&lt;br /&gt;dalam riuh ada rindu&lt;br /&gt;menyatu di pintu-Mu&lt;br /&gt;bagai kembara kuarungi laut biru&lt;br /&gt;berlelah-lelah dan tertatih&lt;br /&gt;sebelum pada akhirnya&lt;br /&gt;menjadi daun luruh&lt;br /&gt;di pangkuan-Mu, ya Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Rabb, pemilik keabadian&lt;br /&gt;cinta dan rindu untuk-Mu&lt;br /&gt;adalah mimpi yang hakiki&lt;br /&gt;penuh harap dan cemas&lt;br /&gt;bila kutak sampai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;mazher'ags-2006&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115534837888791076?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115534837888791076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115534837888791076' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115534837888791076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115534837888791076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/08/cinta-dan-rindu.html' title='Cinta dan rindu'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115494899439161879</id><published>2006-08-07T04:08:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T04:09:54.570-07:00</updated><title type='text'>Aku Lebih Baik dari Dia.</title><content type='html'>Oleh : KH. Jalaluddin Rakhmat&lt;br /&gt;Suatu hari, Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as, "Hai Musa, bila nanti kau akan bertemu dengan-Ku lagi, bawalah seseorang yang menurutmu kamu lebih baik daripada dia." Nabi Musa as lalu pergi ke mana-mana; ke jalanan, pasar, dan tempat-tempat ibadat. Ia selalu menemukan dalam diri setiap orang itu suatu kelebihan dari dirinya. Mungkin dalam beberapa hal yang lain, orang itu lebih jelek dari Nabi Musa, tetapi Nabi Musa selalu menemukan ada hal pada diri orang itu yang lebih baik dari dirinya. Nabi Musa tidak mendapatkan seorang pun yang terhadapnya Nabi Musa dapat berkata, "Aku lebih baik dari dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena gagal menemukan orang itu, Nabi Musa masuk ke tengah-tengah binatang. Dalam diri binatang pun ternyata selalu ada hal-hal yang lebih baik daripada Nabi Musa. Seperti kita ketahui, burung Merak, misalnya, bulunya jauh lebih bagus dari bulu manusia. Sampai akhirnya Nabi Musa melewati seekor anjing kudisan. Nabi Musa berpikir, "Mungkin sebaiknya aku pergi membawa dia." Ia pun lalu mengikat leher anjing itu dengan tali. Namun ketika sampai ke suatu tempat, Nabi Musa melepaskan anjing itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Musa datang untuk bermunajat lagi di hadapan Allah SWT, Tuhan bertanya, "Ya Musa, mana orang yang Aku perintahkan kepadamu untuk kaubawa?" Nabi Musa menjawab, "Tuhanku, aku tidak menemukan seseorang pun yang aku lebih baik darinya." Tuhan lalu berfirman, "Demi keagungan-Ku dan kebesaran-Ku, sekiranya kamu datang kepadaku dengan membawa seseorang yang kamu pikir kamu lebih baik darinya, Aku akan hapuskan namamu dari daftar kenabian." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ana khairun minhu atau "Aku lebih baik dari dia" pertama kali diucapkan oleh Iblis untuk menunjukkan ketakaburannya. Tuhan menyuruhnya untuk sujud kepada Adam as tapi Iblis tidak mau. Ia beralasan, "Aku lebih baik dari dia. Kau ciptakan aku dari api dan Kau ciptakan dia dari tanah." Takabur yang dilakukan oleh Iblis pertama kali itu adalah takabur karena nasab, takabur karena keturunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Ghazali, di antara beberapa faktor yang menyebabkan orang menjadi takabur dan berfikir, "Aku lebih baik dari dia," adalah nasab. Iblis adalah tokoh takabur karena nasab yang paling awal. Kebanggaan atau kesombongan karena nasab ini pernah menjadi satu sistem dalam masyarakat feodal. Feodalisme adalah sistem kemasyarakatan yang membagi masyarakat berdasarkan keturunannya. Sebagian masyarakat disebut berdarah biru dan sebagian lagi berdarah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah buku yang dengan secara terperinci mengkritik sebagian sayyid atau keturunan Rasulullah saw yang merasa bahwa mereka lebih utama dari orang yang bukan sayyid. Sebagian sayyid itu berpendapat bahwa jika ada orang bukan sayyid yang beramal saleh sebanyak-banyaknya, derajatnya akan tetap lebih rendah dari seorang sayyid yang beramal maksiat. Menurut penulis buku tersebut, seorang sayyid yang berpendapat seperti itu pastilah seorang sayyid yang ahmaq atau tolol. Dalam salah satu buku itu, ia memberikan contoh sayyid yang berpikiran seperti itu sebagai orang yang takabur karena nasabnya. Ternyata, penulis buku itu pun adalah seorang sayyid. Namanya Al-Sayyid Abdul Husain Asghai.#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis itu mengingatkan saya kepada Imam Ali Zainal Abidin as. Ia pernah menangis terisak-isak di hadapan Baitullah. Thawus Al-Yamani mendekatinya dan bertanya, "Wahai Imam, mengapa engkau harus beribadat seperti ini? Bukankah kakekmu Rasulullah saw dan ibumu Fathimah as?" Lalu Imam dengan marah menjawab, "Jangan sebut-sebut di hadapanku ibuku dan kakekku, karena Allah SWT akan memberikan surga kepada siapa saja yang taat kepada-Nya, walaupun ia adalah seorang budak dari Afrika. Dan Allah akan memasukkan ke neraka siapa saja yang maksiat kepada-Nya walaupun ia adalah seorang sayyid dari bangsa Quraisy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbangga sebagai keturunan Rasulullah saw saja adalah suatu perbuatan takabur, apalagi berbangga sebagai keturunan bukan Rasulullah saw. Orang yang berbangga karena keturunannya yang bukan Rasulullah saw adalah seperti orang miskin yang takabur. Hal itu bukan berarti orang kaya boleh takabur. Orang kaya yang takabur pun akan dimasukkan ke neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehormatan dalam Islam tidak ditegakkan berdasarkan nasab. Tuhan berfirman, "Innâ akramakum ‘indallâhi atqâkum. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling takwa." (QS. Al-Hujrat 13 ) Pernah pada suatu hari, seseorang datang kepada Rasulullah saw dengan membanggakan nasabnya. Di kalangan masyarakat Arab waktu itu, kebanggaan suatu nasab didasarkan pada jumlah jasa yang dilakukan nasab itu. Karena itu, mereka sering menyebut-nyebut jasa orang tua mereka. Orang itu memperkenalkan dirinya dengan menyebut silsilah orang tuanya sampai keturunan kesembilan. Rasulullah saw hanya menjawab pendek, "Wa anta ‘âsyiruhum fin nâr. Dan engkau, keturunan yang kesepuluh, di neraka." Ia masuk neraka karena ketakaburannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berhadapan dengan orang yang takabur karena nasabnya, yang membanggakan kehebatan orang tuanya, Sayidina Ali berkata, "Ucapan kamu benar. Tapi alangkah jeleknya yang dilahirkan oleh orang tuamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali membagi takabur kepada dua bagian. Pertama, takabur dalam urusan agama dan kedua, takabur dalam urusan dunia. Takabur dalam urusan agama dibagi lagi menjadi dua; takabur karena ilmu dan takabur karena amal. Menurut Al-Ghazali, yang banyak takabur karena ilmu adalah para ilmuwan, filusuf, dan ulama. Apa tanda-tanda orang yang takabur karena ilmunya? Ia tidak mau mendengarkan nasihat dari orang yang lebih bodoh darinya. Ia merasa dirinya paling pintar dan tidak memerlukan bantuan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel Goleman, dalam bukunya Emotional Intelligence, menceritakan kisah dua orang yang lulus bersamaan dari perguruan tinggi. Satu orang di antaranya luar biasa pintar dan lulus dengan nilai tertinggi sementara seorang yang lain lulus dengan nilai pas-pasan. Dua tahun kemudian, diselidiki nasib kedua orang itu. Orang yang pintar itu ternyata menganggur sementara orang yang tidak pintar telah menjadi manajer di sebuah perusahaan. Selidik punya selidik, ternyata orang pintar itu tidak tahan bekerja di satu tempat, karena dia tidak bisa bekerja sama dengan orang lain. Ia merasa dirinya pintar sehingga tidak memerlukan bantuan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takabur yang kedua di dalam urusan agama adalah takabur karena amal. Jika seseorang banyak beramal, ia bisa menjadi sombong. Dalam sebuah hadis diriwayatkan seseorang yang datang ke majelis Nabi. Orang itu dipuji para sahabat karena kebagusan ibadatnya. Tapi Nabi mengatakan, "Aku melihat bekas tamparan setan di wajahnya." Nabi kemudian menyuruh sahabat membunuh orang itu. Orang itu merasa amal dirinya paling baik di antara orang lain. Di waktu lain, Rasulullah saw bersabda, "Jika ada seseorang yang berkata, ‘Manusia ini semuanya sudah rusak,’(dan ia merasa bahwa hanya dirinya yang tidak rusak) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya dia yang paling rusak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang merasa amalnya sudah bagus sehingga dia merendahkan orang lain. Ada juga orang yang merasa dirinya amat saleh dan segera menganggap rendah orang lain yang tidak salat berjemaah di masjid seperti dirinya. Ia pun mengecam orang lain yang salatnya dijamak. Orang-orang seperti itu termasuk orang yang takabur karena amalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayidina Ali mengajarkan kepada para pengikutnya, "Kalau kamu berjumpa dengan orang yang lebih muda, berpikirlah dalam hatimu: Pasti dosanya lebih sedikit dari dosaku. Kalau kamu berjumpa dengan orang yang lebih tua, berpikirlah dalam hatimu: Pasti amalnya lebih banyak dari amalku." Setiap orang pasti ada kelebihannya. Kita juga punya kelebihan, tetapi hal itu tidak menyebabkan kita menjadi lebih mulia daripada orang lain. Begitu kita merasa diri kita lebih mulia dari orang lain dan ingin diperlakukan sebagai orang mulia secara diskriminatif, kita sudah jatuh kepada takabur. Takaburnya bisa karena ilmu atau karena amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takabur bagian kedua menurut Al-Ghazali adalah takabur dalam urusan dunia. Takabur dalam urusan dunia disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, karena nasab, seperti telah dijelaskan di atas. Kedua, karena harta kekayaan. Ketiga, karena kekuasaan. Keempat, karena kecantikan. Kelima, karena banyaknya anak buah dan pengikut. Penyakit yang terakhir ini biasanya diderita oleh para ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat takabur walaupun hanya sebesar biji sawi." Kita dapat mengukur hati kita, apakah terdapat sebutir takabur atau tidak, dengan menjawab beberapa pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu sebagai berikut: Ketika Anda masuk ke dalam sebuah majelis dan melihat kawan Anda yang setara dengan Anda duduk di tempat yang lebih mulia, sementara Anda duduk di tempat yang lebih rendah, apakah ada perasaan berat dalam diri Anda? Ketika Anda akan memilih menantu dan memperhatikan keturunan calon menantu itu, lalu ternyata keturunannya tidak sebanding dengan Anda, apakah Anda merasa berat menerimanya? Apakah Anda merasa berat menerima nasihat dari orang yang lebih rendah daripada Anda? Apakah Anda merasa berat untuk memakai pakaian yang jelek ketika menghadiri pengajian? Jika Anda menjawab "ya" untuk salah satu dari pertanyaan di atas, ketahuilah, Anda sudah jatuh ke dalam takabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah hadis. Rasulullah saw bersabda, "Pastilah orang yang takabur itu punya cacat dalam dirinya yang ia sembunyikan." Hadis itu saya kira sangat modern. Menurut Psikologi mutakhir, orang-orang yang arogan atau sombong di dunia ini sebetulnya adalah orang yang menderita cacat tertentu yang tidak kita ketahui dan mereka berusaha menutupinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengobati perasaan takabur dengan istighfar dan bersikap tawadhu. Tidak ada obat bagi takabur selain bersikap rendah hati. Rasulullah saw bersabda, "Jika kamu temukan di antara umatku orang yang bersikap tawadhu, maka hendaklah kamu bersikap lebih tawadhu lagi kepada mereka. Dan apabila kamu temukan di antara umatku orang yang bersikap takabur, maka hendaklah kamu bersikap lebih takabur lagi kepada mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ceramah KH. Jalaluddin Rakhmat pada Pengajian Ahad, tanggal 5 September 1999, di Masjid Al-Munawwarah, Bandung. Dengan beberapa perubahan redaksional, ceramah ini ditranskrip oleh Ilman Fauzi R.) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115494899439161879?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115494899439161879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115494899439161879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115494899439161879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115494899439161879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/08/aku-lebih-baik-dari-dia_07.html' title='Aku Lebih Baik dari Dia.'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115457572993801162</id><published>2006-08-02T20:18:00.000-07:00</published><updated>2006-08-02T20:28:50.200-07:00</updated><title type='text'>Allah bersumpah terhadap waktu manusia</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;demi&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;masa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;sesungguhnya semua &lt;strong&gt;manusia&lt;/strong&gt; berada &lt;strong&gt;dalam&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;keadaan rugi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;kecuali orang-orang&lt;/strong&gt; yang &lt;strong&gt;beriman&lt;/strong&gt; dan&lt;strong&gt; mengerjakan amal saleh&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;nasehat menasehati &lt;/strong&gt;supaya mentaati&lt;strong&gt; kebenaran&lt;/strong&gt; dan nasehat menasehati supaya menetapi &lt;strong&gt;kesabaran&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115457572993801162?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115457572993801162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115457572993801162' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115457572993801162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115457572993801162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/08/allah-bersumpah-terhadap-waktu-manusia.html' title='Allah bersumpah terhadap waktu manusia'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115416031452727427</id><published>2006-07-29T01:02:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T18:44:41.580-07:00</updated><title type='text'>Selalu ingat Allah</title><content type='html'>Semua orang pasti mendambakan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan dalam hidup. Ia berharap agar ALLAH selalu hadir dan membimbing segala aktivitas hidupnya.&lt;br /&gt;Salah satu cara efektif agar senantiasa merasakan tenang, damai, dan bahagia dalam hidup adalah zikrullah ( Selalu Ingat ALLAH ) dengan do'a dan zikir yang disertai perenungan dan pengamalan intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selalu ingat ALLAH, akan menumbuhkan kesadaran dan pencerahan Ruhani, Selalu ingat ALLAH, dapat membuahkan komitmen untuk hidup seuai dengan konsep ALLAH. Dengan selalu ingat ALLAH, kita akan mendapatkan penghargaan tertinggi dari ALLAH.&lt;br /&gt;Dengan selalu inggat ALLAH, hidup kita akan bertabur cahaya ALLAH. Dengan selalu ingat ALLAH, kita akan meraih begitu banyak kebaikan dari ALLAH.Dengan selalu ingat ALLAH, kita akan merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Inilah amalan yang menjadi rahasia dan kunci sukses kehidupan Rasulullah, para shabat, dan generasi Rabbani. Karena, aktivitas kehidupan mereka tidak melalaikannya dari Selalu Ingat ALLAH. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115416031452727427?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115416031452727427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115416031452727427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115416031452727427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115416031452727427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/07/selalu-ingat-allah.html' title='Selalu ingat Allah'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115285003480753158</id><published>2006-07-13T21:05:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T21:49:12.336-07:00</updated><title type='text'>Bersegeralah dalam kebajikan</title><content type='html'>Rasul mulia shalallahu 'alaihi wasalam telah bersabda, "Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti, akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan komoditas dunia." (Hadits Rriwayat Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda nabi tersebut merupakan anjuran kepada umat yang dicintainya agar bersegera dalam menunaikan amal kebajikan. Jangan menunda-nunda perbuatan baik. Anjuran itu sekaligus sebagai tuntunan menyikapi suatu keadaan yang beliau pun mengingatkannya, yaitu akan munculnya berbagai macam fitnah. Apabila keadaan yang penuh fitnah itu terjadi, maka orang-orang yang bersegera dalam berbuat baik dan men-dawamkan-nya, mereka akan mendapat perlindungan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah itu, disifati, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Sebuah tamsil tentang keadaan yang diliputi keburukan. Dalam gulita, tidak dapat dikenali mana yang asli, mana yang palsu. Sulit dibedakan mana yang baik, mana yang buruk. Di tengah kegelapan orang hanya meraba dan menduga bercampur perasaan galau dan curiga. Konon, hanya mereka yang punya itikad jahat yang bisa hidup senang dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah fitnah itu sedang hadir dalam kehidupan kita hari-hari ini? Wallahu'alam. Hanya saja, alangkah baiknya bila kita bersikap waspada, mengingat perkembangan, akhir-akhir ini, tak kunjung mengarah pada kehidupan yang lebih baik. Kekuatan-kekuatan destruktif terus bermunculan memupus aset-aset kebajikan yang selama ini kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para elite seolah lebih suka bersengketa dan alpa memikirkan derita rakyat jelata. Tokoh-tokoh umat saling berlomba meraih kedudukan, kendati untuk mencapainya seringkali harus menodai keyakinan atau melecehkan agamanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengarifi kenyataan itu, sungguh bijak jika kita menyambut imbauan Rasulullah saw, tidak menunda untuk berbuat baik. Bahkan terus memperbanyak amal kebajikan sejauh yang dapat kita sanggupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita segera berbuat baik. Sesungguhnya pastilah Allah menyertai orang-orang yang berbuat baik. (QS 29:69). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115285003480753158?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115285003480753158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115285003480753158' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115285003480753158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115285003480753158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/07/bersegeralah-dalam-kebajikan.html' title='Bersegeralah dalam kebajikan'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115227208306483006</id><published>2006-07-07T04:32:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T22:03:07.976-07:00</updated><title type='text'>Pemberian Terbaik</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana. Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan. Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku...berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku..." Namun, pemimpi pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja. &lt;br /&gt;Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini....". Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba,terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap. Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya....". Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja. Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita. &lt;br /&gt;Sesungguhnya, Allah sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya. &lt;br /&gt;Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan. Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu. Allah selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya.&lt;br /&gt;Sumber : dari Milis Daarut Tauhid &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115227208306483006?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115227208306483006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115227208306483006' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115227208306483006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115227208306483006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/07/pemberian-terbaik.html' title='Pemberian Terbaik'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115201026593586415</id><published>2006-07-04T03:49:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T22:10:23.286-07:00</updated><title type='text'>Jangan lupa mengingat mati...</title><content type='html'>Seorang ulama pernah berkata, "Selain Allah, sesuatu yang paling sering dilupakan manusia adalah kematian." Padahal kematian menjadi sebuah fenomena nyata yang selalu disaksikan manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Kematian keluarga, tetangga atau orang-orang yang tidak kita kenal yang dapat diketahui dari berita-berita kematian di berbagai media massa, selalu terjadi setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kenyataannya, pengalaman manusia ketika ditinggalkan mati oleh sanak kerabatnya jarang sekali bisa membuat ia sadar bahwa ia juga akan seperti yang meninggal itu. Ketika ia turut mengusung keranda, jarang sekali ia merasa bahwa pada suatu saat ialah akan diusung begitu. Pada saat ia ikut meletakkan atau menyaksikan sang mayit diletakkan dalam rongga sempit di dalam tanah, ia tidak berfikir bahwa ia juga nanti pasti akan mengalami hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia yang tidak sadar bahwa detak jantung yang belalu, denyut nadi yang bergetar serta detik-detik yang terlewat sesungguhnya merupakan langkah-langkah pasti yang akan semakin mendekatkan kita pada titik takdir kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak disadari, maka kematian datangnya tampak selalu mendadak. Banyak terjadi, manusia yang dicabut nyawanya dalam keadaan sedang bergembira ria. Kemana pun kita berlari, dan dimana pun kita berada, mati akan datang merenggut. Ini suatu kepastian. Kita hanya menunggu giliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu semua melarikan diri darinya itu, pasti akan menemui kamu, kemudian kamu semua akan dikembalikan ke Dzat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib serta yang nyata." (QS. Jum'ah:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kematian itu datang, maka berakhirlah segala kenikmatan yang telah dan tengah dirasakan manusia. Ada orang bijak yang mengatakan, secara global sesungguhnya Allah hanya memberi satu nikmat saja kepada manusia, yakni nafas. Begitu nafas itu berhenti, maka berhenti pula berbagai kenikmatan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, mengapa nabi mengatakan bahwa sesuatu yang bisa memutus segala kenikmatan adalah kematian. Meskipun secara hakiki hanya Allah yang mencabut semua itu. Anehnya, sesuatu inilah yang paling sering tidak diingat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai NasIhat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali gmbaran kehidupan duniawi mudah membuat kita terlena. Apalagi ketika begitu semakin banyak perlengkapan hidup dengan segala macam kemajuan, kemudahan dan kenikmatannya yang semakin mengepung kita di masa modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu kerap menggoda dan melalaikan manusia. Muncullah berbagai prinsip hidup sesat seperti materialisme (hidup hanya untuk tujuan mencapai kemajuan materi), hedonisme (hidup hanya untuk mencapai kesenangan), permisivisme (serba membolehkan apa saja) dan lain-lain yang sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti itu, nasehat dari siapapun biasanya tak lagi digubris. Tapi ingatlah setiap kita memiliki penasehat yang sangat ampuh, yaitu kematian. Bila sejenak merenungkan kematian yang sewaktu-waktu pasti akan datang, pasti kita akan lebih hati- hati dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah kematian itu sebagai penasihat. (HR. Thabrani dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah semestinya kita senantiasa mengingat akan datangnya musibah terbesar itu. Seketika itu, istri, anak dan keluarga tersayang akan terpisah, pangkat yang diduduki akan hilang, harta yang dikumpulkan akan ditinggalkan, dan bahkan nyawa yang dicintai akan lepas. Melalui pintu mati kita meninggalkan alam dunia, menuju akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, orang yang melalaikan datangnya kematian, berarti kehilangan penasehat terbaiknya. Kehidupannya akan mudah tergoda dan terperosok dalam kelalaian. Keterlenaannya mengejar kehidupan dunia, kenikmatan sesaat dan bermegah-megahan membuatnya lalai mempersiapkan bekal akhirat hingga kematian menjemput. Akibat lalai dengan nasehat kematian, akhirnya hanya berujung kepada penyesalan abadi di neraka jahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS. At Takastur: 1- 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Cerdas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria manusia cerdas yang sering diinginkan dan dibayangkan kebanyakan orang adalah yang memiliki IQ tinggi, menguasai iptek, kreatif dan semacamnya. Agar anaknya menjadi seperti itu orang tua tak segan- segan mengeluarkan biaya tinggi sampai menyekolahkannya ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali bila hidup itu cuma di dunia saja, gambaran yang demikian itu ada benarnya. Tetapi hidup di dunia ini hanyalah teramat sangat sebentar dibanding dengan kehidupan abadi di akhirat. Karena itu kualitas manusia cerdas yang seperti itu belum lengkap. Apa artinya seorang yang berhasil mengumpulkan berbagai prestasi dunia; harta melimpah ruah, jabatan berderet-deret bila setelah mati justru sengasara selamanya di akhirat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul memberikan rumusan yang lain, bahwa manusia cerdas ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Dengan mengingat mati, kehidupannya di dunia dikelola, tidak hanya sebagai kesenangan tetapi juga menjadi ladang beramal baik sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengelola keseimbangan hidup diperolehlah kemuliaan dunia dan keselamatan di akhirat. Dia sangat menyadari perjalanan di akhirat yang jauh dan abadi tentu membutuhkan bekal yang jauh lebih banyak lagi dibandingkan di dunia. Karena itu kecerdikan yang sering dipahami manusia akan bermakna jika diiringi kecerdikan memikirkan nasib di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secerdas-cerdasnya manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringan Beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang lupa akan kematian akan terasa berat beribadah karena ia dikejar-kejar kenikmatan duniawi. Baginya masalah akhirat dianggapnya sia-sia. Kalaupun ada niat beribadah, ditunda-tunda menunggu nanti kalau sudah tua. Padahal datangnya maut siapa tahu. Bisa jadi sore atau malam nanti maut datang. Bila sudah saatnya, kita tidak akan mampu mengundurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, janganlah menunda-nunda ibadah. Laksanakanlah kewajiban beribadah dengan segera seolah maut akan menjemput. Dengan bersikap demikian, beribadah akan terasa ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu-nunggu datangnya waktu sore (untuk mencari bekal kematian) dan jikalau engkau di waktu sore, maka janganlah menunggu-nunggu datangnya waktu pagi (untuk itu pula). Ambillah kemanfaatan sewaktu hidupmu ini untuk bekal kematianmu dan sewaktu masih sehat untuk bekal sakitmu. (HR. Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbulkan Kezuhudan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa nafsu yang cenderung cinta kemewahan mendorong manusia menjadikan dunia sebagai tujuan. Hati seperti ini dipenuhi dengan keinginan dan panjang angan-angan tentang kemewahan. Dzikirnya: uang, uang dan hanya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirannya dipenuhi segala macam ketamakan. Sikap demikian itu membuatnya tidak mau mensyukuri yang sudah ada dan melupakan akhirat. Hati yang sudah dipenuhi cinta dunia, sulit mengingat Allah, dan ujung-ujungnya mengarahkan hidupnya menuju neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya). (QS. An Nazi'aat: 37- 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa nafsu yang cinta dunia itu, hendaklah dikendalikan dengan mengingat mati. Dengan mengingat mati, angan-angan panjang tentang kemewahan dunia dapat dikendalikan. Ingatlah pakaian mahal dan indah yang kita banggakan akan ditinggal dan menjadi barang yang tak berguna di alam kubur sebab pakaian kita hanyalah lembaran kain kafan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapling tanah yang luas juga akan berpisah, dan kita menghuni tanah dan liang sempit yang gelap sendirian. Dengan menyadari kenyataan masa depan yang akan kita hadapi itu, akan berkuranglah kecintaan kepada dunia sehingga tumbuh kezuhudan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila cinta dunia membuat seseorang menjadi budaknya, sikap zuhud justru menjadikan seseorang berdaya menggunakannya sebagai alat mencari ridha Allah. Harta kekayaannya tidak menimbulkan kesombongan, tetapi justru membuatnya khawatir kalau- kalau ada hak fakir miskin belum tertunai. Segeralah ia tunaikan zakat, infaq dan shadaqah dengan ringan karena menyadari harta yang sesungguhnya bukan yang di dunia ini tetapi yang sudah di amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dengan senantiasa mengingat mati adalah akan mendorong kita beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Kesadaran akan datangnya kematian yang tidak terduga membuat kita senantiasa waspada. Hidup kita terkontrol dan tidak lepas kendali. Mengingat mati dapat menghapus dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah mengingat kematian, sebab yang sedemikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia. (HR. Ibnu Abiddunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mengingat mati membuat hidup kita bermakna dan jauh dari sia- sia, sedangkan melupakannya hanya akan mengakibatkan kita tertipu dalam kehidupan dunia yang fana dan membawa kesengsaraan berkepanjangan di akhirat.· Hanif Hannan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cinta Malaysia.....tapi lebih cintakan ALLAH........... oleh itu, jika berlaku pertembungan antara kepentingan manusia dengan kepentingan Allah......DAHULUKAN KEPENTINGAN ALLAH....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115201026593586415?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115201026593586415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115201026593586415' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115201026593586415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115201026593586415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/07/jangan-lupa-mengingat-mati.html' title='Jangan lupa mengingat mati...'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115200942004286698</id><published>2006-07-04T03:36:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T22:19:20.450-07:00</updated><title type='text'>Mengingat Mati…</title><content type='html'>Astaghfirullah,&lt;br /&gt;Betapa sesungguhnya kita sangat merindukan hari dimana kita berjumpa dengan nya, dan kita tau, kalau jalan satu-satunya berjumpa dengannya adalah MATI… tapi kenapa kita sering takut mati?? mending kalau kita takut karena kita sadar betapa tidak pantasnya kita berada disisi Allah dengan DOSA yang melumuri badan kita…. tapi ternyata ada juga yang takut gara-gara keperluan duniawinya yang berat untuk ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah .&lt;br /&gt;di suatu malam saya pernah takut untuk memejamkan mata saat menjelang tidur, saya takut, "bagaimana saya bisa yakin pagi besok saya bangun dan diberi kesempatan untuk menjalani hidup lebih baik…" waktu itu sebelum tidur saya mereview apa yang seharian saya lakukan. amanah apa yang saya tinggalkan… dan kemudian saya tidur dengan memasrhakan diri, dan memohon untuk memperbaiki hari ini. dan Alhamdulillah sampai sekarang Allah masih memberikan saya kesempatan itu.&lt;br /&gt;kemudian terlintas untuk membuat semacam media Afirmasi, supaya saya yang selalu di depan Komputer ini selalu ingat akan MATI, dan selalu mengingat bahwa&lt;br /&gt;"Aku bekerja bukan untuk Hidup… tapi untuk yang MAHA HIDUP"yah saya cuma mau berbagi aja, semoga kita semua selalu diingatkan, dan tidakmenjadi manusia yang sombong dan lupa pada Allah, karena semua mahluk Allah Pasti mati, dan kita tak tahu kapan waktu nya.&lt;br /&gt;bukan kah dengan Allah merahasiakan "DEADline" justru membuat hidup kita lebih hidup?! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115200942004286698?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115200942004286698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115200942004286698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115200942004286698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115200942004286698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/07/mengingat-mati.html' title='Mengingat Mati…'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115139790726075087</id><published>2006-06-27T01:43:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T22:21:40.403-07:00</updated><title type='text'>Kehidupan Islami</title><content type='html'>Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku....&lt;br /&gt;Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan.&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan diterjemahkan oleh saudara kita Fariq Gasim Anuz semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala dan surganya.&lt;br /&gt;Kehidupan Sehari-hari Yang Islami&lt;br /&gt;Apakah anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?&lt;br /&gt;Apakah anda hari ini membaca Al-Qur'an .?&lt;br /&gt;Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata :"Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga".&lt;br /&gt;Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :"Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka". (Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya :"Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :"Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :"Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka". (Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6).&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .?&lt;br /&gt;Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid .? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya :"Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur". (Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya).&lt;br /&gt;Apakah anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?&lt;br /&gt;Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent).&lt;br /&gt;Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Karena setiap mendo'akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.&lt;br /&gt;Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?&lt;br /&gt;Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .?&lt;br /&gt;Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?&lt;br /&gt;Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?&lt;br /&gt;Apakah anda mengucapkan "Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun" jika mendapatkan musibah .?&lt;br /&gt;Apakah anda hari ini mengucapkan do'a ini : " Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui". Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. (Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625).&lt;br /&gt;Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?&lt;br /&gt;Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?&lt;br /&gt;Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?&lt;br /&gt;Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?&lt;br /&gt;Saudaraku ..&lt;br /&gt;Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115139790726075087?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115139790726075087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115139790726075087' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115139790726075087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115139790726075087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/kehidupan-islami.html' title='Kehidupan Islami'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115139737307044824</id><published>2006-06-27T01:34:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T22:25:50.136-07:00</updated><title type='text'>Bukti Kebenaran Islam</title><content type='html'>Islam adalah agama dari Tuhan, berisi tuntunan hidup yang diwahyukan kepada hambaNya untuk seluruh ummat manusia. Karena untuk tegaknya kehidupan manusia di atas planet bumi ini diperlukan dua hal:&lt;br /&gt;Pertama: Terpenuhinya kebutuhan pokok berikut sumber-sumbernya untuk menjamin kelangsungan hidup, dan kecukupan material yang dibutuhkan oleh perseorangan dan masyarakat.&lt;br /&gt;Kedua: Mengetahui dasar-dasar pengetahuan tentang tata-cara hidup perseorangan dan masyarakat-masyarakat, agar terjamin berlakunya keadilan dan ketentraman dalam masyarakat dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah Rabbul-'alamin telah menyediakan kedua macam kebutuhan itu secukupnya untuk manusia. Untuk kebutuhan pertama, Allah s.w.t. telah menyediakan sumber-sumber alam dan menyerahkannya kepada manusia untuk digali dan diolah. Dan untuk kebutuhan kedua, yakni kebutuhan kejiwaan/rohani, kemasyarakatan dan kebudayaan, Allah s.w.t. telah memilih dan mengangkat para Rasul yang diberi wahyu tentang peraturan hidup yang dapat membimbing manusia menempuh jalan hidup yang lurus dan benar. Peraturan hidup itu ialah yang dinamakan ISLAM, agama yang dibawa oleh semua Rasul. Semua Rasul itu telah mengajak manusia ke jalan Tuhan al-Khaliq, yakni jalan tunduk kepada Allah s.w.t. Semua Rasul telah menyampaikan risalah yang sama dan dakwah yang sama, yaitu Islam.&lt;br /&gt;Islam dalam bahasa Arab, berarti tunduk dan menyerah atau taat. Sebagai satu agama, Islam berdiri di atas dasar menyerahan diri sepenuhnya dan taat kepada AIlah s.w.t. Itulah pula sebabnya, makanya agama ini dinamakan Islam.&lt;br /&gt;Islam juga berarti selamat dan sejahtera. Pengertian ini menunjukkan bahwa, manusia tidak akan dapat mencapai keselamatan dan kesejahteraan yang sebenarnya, kecuali dengan jalan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah s.w.t. Cara hidup seperti inilah, yang tetap di bawah naungan ketaatan kepada Allah s.w.t., hidup yang selalu diliputi ketenangan jiwa bagi perseorangan dan kesejahteraan/ketentraman bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman, yang berhati tenang dengan ingat kepada Allah. Ingatlah bahwa hati akan tenang dengan mengingat Allah. Orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, kebahagiaanlah untuk mereka dan tempat kembali (Surga) yang baik. (Ar-Ra'd, 28 - 29)&lt;br /&gt;Itulah pokok seruan semua Rasul Allah untuk membawa alam kemanusiaan kepada jalan kehidupan yang lurus. Tetapi manusia tidak selalu berada dalam jalan yang benar. Mereka kadang-kadang menyimpang dari bimbingan yang diberikan oleh para Rasul itu. Itulah sebabnya, maka ada beberapa Rasul yang diutus guna memberikan kembali seruan/risalah yang asli dan membawa manusia ke jalan yang benar. Rasul yang terakhir ialah Muhammad s.a.w. yang telah memberikan bimbingan Allah s.w.t. dalam bentuknya yang final dan sempurna untuk segala zaman. Bimbingan inilah yang sekarang dikenal sebagai Islam, terkandung dalam Kitab Suci Al-Qur'an dan contoh kehidupan Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;Dasar-dasar kepercayaan Islam&lt;br /&gt;Konsep yang pokok dalam Islam ialah bahwasanya seluruh alam ini, Tuhanlah yang telah menjadikan, menguasai dan mengawasinya, bahwasanya Dia adalah Maha Tunggal, tidak ada yang menyertai dalam kesucian-Nya. Dia telah menciptakan manusia dan menentukan ajalnya, dan bahwasanya Allah s.w.t. telah menyediakan untuk seluruh alam jalan hidup yang lurus, sekaligus memberikan kebebasan mutlak kepada hamba-Nya untuk mengikuti atau mengingkarinya. Barang siapa yang mengikuti jalan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang Muslimin dan Mukminin, dan barangsiapa yang tidak mengikutinya, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir yang mengingkari kebenaran.&lt;br /&gt;Orang telah memeluk Islam, apabila ia telah menyaksikan dengan sepenuh keimanan atas ke-Esaan Allah dan bahwa Muhammad s.a.w. adalah Rasulullah. Kedua kepercayaan ini tersimpul dalam kalimat:&lt;br /&gt;Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah.&lt;br /&gt;Bagian pertama kalimat ini memberikan konsep Tauhid (ke-Esaan Tuhan), dan bagian kedua adalah kesaksian atas kerasulan Muhammad s.a.w.&lt;br /&gt;Tauhid adalah akidah revolusioner yang menjiwai seluruh ajaran Islam; akidah yang meyakinkan bahwasanya seluruh alam ini kepunyaan Tuhan Yang Maha Esa dan seluruhnya berada di bawah kekuasaan-Nya, Dzat yang Azaly, tiada permulaan dalam wujudnya, tidak dibatasi tempat dan waktu, mengatur seluruh dunia dengan segenap manusia yang ada di atasnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, adalah benar-benar merupakan keajaiban, apabila orang memperhatikan tentang penciptaan alam yang tidak ada henti-hentinya dengan pengaturan yang pasti, terarah dan serasi, serta kemampuannya untuk mempertahankan apa yang bermanfaat dan menghukum apa yang berbahaya bagi kemanusiaan. Semua itu memberikan kesimpulan bahwa dibalik alam ini ada satu Kekuatan yang terus menerus aktif menciptakan perkembangan alam tanpa pengumuman! Itu bintang-bintang yang memenuhi angkasa luas dan pemandangan alam yang memikat hati, perputaran matahari dan bulan yang menakjubkan, pergantian musim, pergantian siang dan malam, sumber-sumber air yang tak kunjung kering, bunga-bunga yang halus dan cahaya bintang-bintang yang gemerlapan. Bukankah semua itu menunjukkan adanya Dzat Yang Maha Kuasa yang telah menjadikannya dan menguasai segala keadaan? Kalau kita perhatikan alam ini secara keseluruhan, ternyatalah kepada kita adanya tata-cara yang teratur. Apakah yang demikian itu tidak menunjukkan atas adanya Tuhan? Dapatkah semua itu terjadi secara kebetulan?&lt;br /&gt;Sungguh benar firman Allah s.w.t.:&lt;br /&gt;Hai sekalian manusia! Sembahlah Tuhan kamu yang telah menjadikan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu dapat menjaga diri. Tuhan yang telah menjadikan buat kamu bumi yang menghampar dan langit yang memayung, dan Dia telah menurunkan air dan langit, lalu dengan air itu Dia mengeluarkan buah-buahan sebagai rizqi buat kamu. Maka oleh karena itu, janganlah kamu menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Al-Baqarah 21-22)&lt;br /&gt;Itulah akidah asasi (kepercayaan pokok) yang diserukan oleh Muhammad s.a.w. kepada seluruh ummat manusia, supaya menjadi pegangan hidupnya. Akidah ini logis dan menyeluruh, dapat memecahkan segala persoalan alam, dan menunjukkan bahwa alam ini tunduk di bawah satu hukum kekuasaan tertinggi. Akidah ini memberikan gambaran umum yang sesuai dengan kenyataan bahwa seluruh isi alam ini satu sama lain saling melengkapi; berbeda sepenuhnya dengan pandangan yang sepotong-potong dari ilmuwan dan para filsuf, dan dapat menyingkap tabir rahasia/hakikat yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Setelah berabad-abad lamanya manusianberada dalam kegelapan, mulailah sekarang manusia dapat menemukan hakikat itu sedikit demi sedikit berdasarkan konsep akidah ini, dan pikiran ilmiah modern pun terus bergerak kearah ini. Akidah ini bukan sekedar konsep metaphisic atau kumpulan kata-kata yang tidak berarti. Akidah ini adalah suatu kepercayaan yang dynamis dan doktrin yang revolusioner. Akidah ini mengandung pengertian bahwa semua manusia adalah ciptaan Allah dan semua mereka adalah sama. Sikap-sikap diskriminatif berdasarkan warna kulit, kelas-kelas sosial, suku bangsa, bangsa atau daerah asal kelahiran itu tidak ada dasarnya, dan sikap atau pandangan seperti itu adalah warisan zaman jahiliyah yang telah mengikat manusia kepada perbudakan.&lt;br /&gt;Manusia seluruhnya merupakan satu keluarga yang diurus Allah s.w.t., sehingga tidaklah sepatutnya ada dinding pemisah di antara sesama mereka. Manusia semuanya sama, tidak ada perbedaan golongan borjuis atau proletar, kulit putih atau kulit hitam, bangsa Aria atau bukan Aria, orang Barat atau orang Timur. Islam telah memberikan konsep revolusioner tentang kesatuan ummat manusia. Dan kebangkitan Rasulullah s.a.w. itu tidak lain hanya untuk mempersatukan seluruh alam di bawah kalimat Allah, dan untuk membangkitkan kehidupan baru di dunia yang sudah mati.&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t.:&lt;br /&gt;Berpegang teguhlah kamu sekalian kepada agama Allah dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepada kamu, tatkala kamu bermusuh-musuhan, lalu Allah melembutkan hati kamu semua sehingga atas karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ali Imran 103)&lt;br /&gt;Akidah ini juga menjelaskan tentang hakikat kedudukan manusia dalam alam ini. Allah telah menciptakan alam serta memeliharanya, dan manusia adalah khalifah atau wakil-Nya di atas planet bumi ini. Dengan demikian, maka derajat manusia itu cukup tinggi, seharusnya mempunyai pimpinan dunia modern, pasti dia berhasil menyelesaikan segala persoalannya dengan cara yang dapat membawa dunia kepada kesejahteraan dan kebahagiaan. Saya berani meramalkan, bahwa akidah yang dibawa oleh Muhammad akan diterima baik oleh Eropa di kemudian hari, sebagaimana sekarang sudah mulai.&lt;br /&gt;Pertama: Mudah, Rasional dan Praktis&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang tidak dicampuri mitologi. Ajaran-ajarannya mudah dimengerti. Islam bebas dari takhayul dan setiap kepercayaan yang bertentangan dengan akal yang sehat. Ke-Esaan Tuhan, ke-Rasulan Muhammad s.a.w. dan konsep kehidupan sesudah mati adalah dasar pokok akidah Islam. Semua itu beralasan kuat dan logis. Dan seluruh ajaran Islam adalah lanjutan dari dasar-dasar kepercayaan ini, semuanya mudah difahami dan lurus. Dalam Islam tidak ada kekuasaan pendeta, tidak ada yang samar-samar dan tidak ada upacara-upacara atau peribadatan yang sulit. Semua orang dapat membaca langsung Kitabullah (Al-Qur'an) dan melaksanakannya dalam praktek. Islam selalu menganjurkan supaya orang berpikir, mempertimbangkan setiap urusan sebelum dilaksanakan, membahas keadaan yang sebenarnya dan berusaha mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam. Al-Qur'an menganjurkan supaya orang berdo'a:&lt;br /&gt;Tuhanku! Tambahlah ilmu pengetahuanku! (Toha 114)&lt;br /&gt;Al-Qur'an menyatakan bahwa orang yang berpengetahuan itu tidak sama dengan orang yang tidak berpengetahuan:&lt;br /&gt;Katakanlah: Apakah orang-orang yang berpengetahuan sama dengan orang-orang yang tidak berpengetahuan amalnya dalam keadaan terbuka. (Aku katakan): Bacalah buku amal kamu. Cukuplah kamu sendiri menghitungnya hari ini. (Al-Isra' 13-14)&lt;br /&gt;Barangsiapa yang datang dengan kebajikan, maka baginya pahala sepuluh kali lipat, dan barangsiapa yang datang dengan keburukan, maka dia hanya dibalas dengan hukuman yang seimbang. Mereka tidak dianiaya. (Al-An'am 160)&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka dapatlah dikatakan bahwa pokok asasi akidah Islam itu ada tiga, yaitu:&lt;br /&gt;Iman atau percaya atas ke-Esaan Allah.&lt;br /&gt;Iman atau percaya bahwa Muhammad itu Utusan Allah.&lt;br /&gt;Iman atau percaya akan adanya kehidupan akhirat dan adanya hisab pada hari kiamat.&lt;br /&gt;Maka barang siapa yang beriman kepada tiga pokok tersebut, dia adalah orang Muslim, dan kesemuanya dituangkan dalam kalimat:&lt;br /&gt;"LAA ILAAHA ILLALLAAH, MUHAMMADUR-RASULULLAAH"&lt;br /&gt;Beberapa watak pokok Islam&lt;br /&gt;Bernard Shaw berkata: "Saya selalu memandang tinggi agama Muhammad, karena vitalitasnya yang mengagumkan. Agama Muhammad adalah satu-satunya agama yang jelas bagi saya membuktikan kemampuannya yang besar dapat menyesuaikan dirinya dengan keadaan yang berubah-rubah dan menyebabkannya sesuai untuk segala masa. Saya telah mempelajari kehidupan orang ini, orang yang mengagumkan dan menurut pikiran saya jauh dari bersifat anti Kristus, dia mestinya mendapat gelar Juru Selamat Kemanusiaan. Saya yakin, jika seorang seperti dia diserahi tujuan hidup yang luhur, yakni melaksanakan kehendak Allah di muka bumi. Inilah satu-satunya penyelesaian atas segala persoalan sulit yang dihadapi manusia dalam hidupnya dan sekaligus membina tatanan baru, berupa persamaan, keadilan dan keamanan, sehingga berbahagialah dunia dengan keselamatan dan kemakmuran.&lt;br /&gt;Titik tolak kepercayaan Islam ialah percaya atas ke-Esa-an Allah, yakni Tauhid, dan bahwa Allah swt. Tidak menjadikan manusia untuk dibiarkan begitu saja, tanpa petunjuk yang menerangi jalan hidup mereka. Untuk itu Allah swt. Telah mengutus para Rasul yang membawa agama Allah untuk keselamatan mereka, dan Muhammad saw. adalah Rasul-Nya yang terakhir. Dan Iman kepada Rasul itu menuntut supaya juga beriman terhadap risalahnya serta taat kepada ajaran-ajarannya, menerima ketentuan hukum yang telah ditetapkannya, mengenai perjalanan hidup yang harus ditempuh. Dengan demikian, maka landasan kedua dalam Islam adalah beriman kepada risalah yang disampaikan melalui Muhammad saw. dan memeluk agama yang dibawanya, berikut melaksanakan segala ajarannya. Dan ini akan membawa kita kepada pokok Islam yang ketiga yaitu percaya atas adanya kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;Adapun dunia ini, menurut pandangan Islam, adalah tempat ujian. Manusia akan dituntut pertanggungan jawab atas segala amal perbuatannya, dan pasti akan datang hari penghabisan hidupnya di dunia, untuk kemudian dibangkitkan kembali di alam yang baru, dimana manusia akan mendapat balasan atas segala perbuatannya yang baik maupun yang buruk. Maka orang-orang yang taat kepada Allah di dunia ini, akan mendapat kebahagiaan yang kekal di alam akhirat, dan sebaliknya orang-orang durhaka kepada Allah di dunia ini, kelak di akhirat akan mendapat balasan buruk, sesuai dengan firman Allah swt. Dalam al-Qur'anul-karim:&lt;br /&gt;Dan setiap manusia Aku ikatkan amalnya di kuduknya, dan Aku keluarkan baginya pada hari kiamat buku catatan. Orang-orang yang mengambil pelajaran itu hanyalah mereka yang berakal sehat. (Az-Zumar 9)&lt;br /&gt;Al-Qur'an juga mencela orang-orang yang tidak mau berpikir tentang makhluk Allah dan menganggapnya lebih sesat daripada hewan:&lt;br /&gt;Dan sungguh telah Aku jadikan untuk isi Jahannam banyak jin dan manusia yang punya hati tidak digunakan untuk mengerti, punya mata tidak digunakan untuk melihat dan punya telinga tidak untuk mendengar. Mereka tida berbeda dengan hewan ternak, bahkan lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lupa. (Al-A'raf 179)&lt;br /&gt;Sebaliknya, Al-Qur'an menilai orang-orang yang percaya atas ayat-ayat Allah sebagai orang-orang yang mengerti,&lt;br /&gt;Aku telah menjelaskan ayat-ayat-Ku bagi orang-orang yang mengerti. (Al-An'am 97).&lt;br /&gt;Mereka juga dinilai sebagai orang yang berpikir:&lt;br /&gt;Aku telah menjelaskan ayat-ayat-Ku bagi orang-orang yang berpikir. (Al-An'am 98).&lt;br /&gt;Dijelaskan pula bahwa orang-orang dikaruniai hikmah (ilmu kebijaksanaan) bahwa mereka itu telah dikaruniai kebaikan yang banyak dan berakal sehat:&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang diberi hikmah, maka dia telah diberi kebaikan yang banyak, dan tidaklah menerima petunjuk selain orang yang berakal sehat. (Al-Baqarah 269)&lt;br /&gt;Ilmu yang luas dan badan yang sehat adalah termasuk sifat orang-orang yang dipilih Allah untuk memimpin/memerintah sesama manusia. Hal itu diterangkan dalam hikayat Al-Qur'an tentang Thalut yang diangkat Raja atas kaumnya:&lt;br /&gt;Nabi mereka berkata: 'Sesungguhnya Allah telah mengutus Thalut sebagai Raja buat kamu.' Mereka bertanya: "Bagamana dia mendapatkan kerajaan atas kami, pada hal kamu lebih berhak atas kerajaan dari pada dia dan juga dia tidak kaya?" Jawab Nabi: 'Sesungguhnya Allah telah memilih dia atas kamu dan telah menambah dia ilmu yang luas dan badan yang sehat/kuat. Dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Allah itu Maha luas ilmunya dan Maha Mengetahui." (Al-Baqarah 247)&lt;br /&gt;Al-Qur'an juga menyatakan bahwa manusia lebih mulia dari pada Malaikat karena ilmu, sehingga manusia diberi hak mengatur dunia sebagai Khalifah Allah:&lt;br /&gt;Dan ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Khalifah di bumi. Para Malaikat bertanya: "Apakah Engkau akan menjadikan orang yang akan berbuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah? Pada hal kami ini bertasbih dengan selalu memuji dan mensucikan Engkau?" Tuhanmu berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak tahu. Lalu Tuhanmu mengajari Adam tentang semua nama-nama. Kemudian ditunjukkan-Nya kepada para Malaikat dengan firman-Nya: Beritahukanlah kepada-Ku nama-nama semua itu, jika kamu memang betul (dalam pengakuanmu)! Para Malaikat menjawab: "Maha Suci Engkau. Kami tidak tahu selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana." Firman Tuhanmu: Adam! Terangkanlah kepada mereka nama-nama semua itu! Maka sesudah Adam memberitahukan semua nama, Tuhanmu berfirman: Tidakkah Aku katakan kepada kamu bahwa Aku mengetahui kegaiban langit tujuh dan bumi dan mengetahui apa yang kamu tunjukkan dan apa yang kamu sembunyikan? (Al-Baqarah 30-33)&lt;br /&gt;Rasul Islam telah pula bersabda:&lt;br /&gt;Menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang Islam, pria dan wanita. - Riwayat Ibnu Abdil-Barr dari Anas.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia itu dalam jalan Allah, sampai waktunya dia kembali - Riwayat At-Turmudzy dari Anas.&lt;br /&gt;Pelajarilah oleh kamu ilmu, sebab mempelajari ilmu itu memberikan rasa takut kepada Allah, menuntutnya merupakan ibadah, mengulang-ulangnya merupakan tasbih, pembahasannya merupakan jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya merupakan sadakah dan menyerahkannya kepada ahlinya merupakan "pendekatan diri" kepada Allah - Riwayat Ibn 'Abdil-Barr.&lt;br /&gt;Demikianlah Islam telah mengeluarkan manusia dari alam khurafat dan kegelapan dan membawa mereka ke dunia ilmu yang terang benderang. Kemudian Islam adalah agama yang praktis, tidak hanya merupakan teori yang kosong, bukan hanya akidah yang harus diimani semata-mata, akan tetapi juga harus dijadikan sumber praktek hidup sehari-hari, sehingga jiwa yang berisi Iman itu mengalir dalam arus amal perbuatan, seperti mengalirnya air di atas bumi yang subur. Agama Islam tidak hanya berupa kata-kata yang berulang-ulang, berupa dzikir dan puji kepada Allah s.w.t. saja, tetapi harus menjiwai kehidupan manusia seluruhnya. Dalam hal ini Al-Qur'an menyatakan:&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik - Ar-Ra'd 29.&lt;br /&gt;Dan sabda Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah swt. tidak menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas, karena Dia dan dimaksudkan untuk keridlaan-Nya - Riwayat An-Nasa'iy.&lt;br /&gt;Kedua: Bersatunya Benda dan Rohani&lt;br /&gt;Islam tidak memberikan garis pemisah antara benda dan rohani. Islam memandang hidup ini sebagai satu kesatuan yang mencakup kedua-duanya, sehingga Islam tidak merupakan penghalang antara manusia dan kepentingan hidupnya, bahkan Islam mengatur seluruh urusan hidup. Islam tidak mengakui adanya larangan dan tidak menuntut supaya orang menjauhi kehidupan materi. Bahkan Islam menunjukkan jalan ke arah kesempurnaan rohani bukan dengan jalan menjauhi kehidupan materi. Bahkan Islam menunjukkan jalan ke arah kesempurnaan rohani bukan dengan jalan menjauhkan diri dari kehidupan duniawi, tetapi dengan jalan taqwa kepada Allah dalam seluruh kebutuhan hidup yang beraneka-ragam, sebagaimana dihikayatkan dalam Al-Qur'an mengenai hamba-hamba Allah yang saleh:&lt;br /&gt;Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Tuhan-Ku! Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka. Mereka itulah yang mendapat bagian (pahala) dari apa yang mereka lakukan, dan Allah itu cepat hisab-Nya -- Al-Baqarah 201-202.&lt;br /&gt;Malah Al-Qur'an mencela orang-orang yang tidak memanfaatkan ni'mat harta kurnia Allah:&lt;br /&gt;Katakanlah, siapa yang melarang perhiasan Allah yang dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan rizqi yang baik-baik. Katakanlah, itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khususnya pada hari kiamat. Begitulah Aku menjelaskan ayat-ayat-Ku untuk orang-orang yang mengetahui -- Al-A'raf 32.&lt;br /&gt;Akan tetapi dalam pada itu Islam menuntut supaya para penganutnya menjadi ummat yang sedang-sedang dalam kehidupan dunia:&lt;br /&gt;Hai turunan Adam! Kenakanlah pakaian kamu pada setiap kali kamu bersembahyang di mesjid dan makan minumlah kamu dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak senang kepada orang-orang yang suka berlebih-lebihan. - Al-A'raf 31.&lt;br /&gt;Dan sabda Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;Orang mukmin yang bergaul dalam masyarakat dan tabah atas segala rintangan adalah lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dan tidak tabah/tidak sabar atas rintangan. - Riwayat Bukhari.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah bersabda yang ditujukan kepada Abdullah bin Umar bin 'Ash:&lt;br /&gt;Aku mendapat kabar bahwa engkau berpuasa tanpa berbuka dan melakukan sembahyang sepanjang malam. Janganlah engkau berbuat begitu, sebab matamu juga harus dapat bagian, dirimu harus dapat bagian dan istrimu juga harus dapat bagian. Oleh karena itu, berpuasalah dan berbuka, bersembahyanglah dan tidur. - Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;Tiga perkara termasuk Iman, memberi nafkah tanpa terlalu beririt-irit, mengusahakan keselamatan untuk semua orang dan menginsafi dirimu sendiri. - Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Jadi Islam itu tidak membuat garis pemisah antara kepentingan kebendaan dan kepentingan kerohanian dalam kehidupan manusia, bahkan Islam menjalin kedua-duanya, sehingga terbukalah jalan hidup yang sesuai dengan kemampuan orang atas dasar yang shah dan baik. Islam mengajarkan bahwa kebendaan dan kerohanian adalah dua hal yang selalu harus berdampingan dan bahwasanya kesucian rohani dapat terhindar dari keburukan, apabila sumber-sumber kebendaan dibaktikan untuk kepentingan kemanusiaan. Kesucian rohani tidak akan tercapai dengan jalan menyiksa diri, menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan menekan naluri kemanusiaan. Dunia ini telah cukup menderita, akibat ajaran-ajaran yang berat sebelah dari agama dan ideologi lain. Ada agama yang menekankan ajarannya kepada segi kerohanian saja dalam hidup ini, dan bersikap masa bodoh terhadap benda dan kehidupan duniawi. Mereka memandang dunia ini sebagai khayalan penipuan dan perangkap. Di lain pihak, ada ideologi materialistis yang sepenuhnya bersikap masa bodoh terhadap segi kerohanian dan moral serta menganggapnya sebagai khayalan semata-mata. Kedua macam ajaran/pendirian ini telah menimbulkan kerusakan/kehancuran. Mereka telah merampas keamanan, kepuasan dan ketenangan manusia. Sampai sekarang tetap menimbulkan ketidak seimbangan.&lt;br /&gt;Seorang sarjana Perancis Dr. De Brogbi dengan tepat menyatakan:&lt;br /&gt;"Bahaya yang mengancam kebudayaan yang terlalu menitik-beratkan kebendaan ialah kehancuran kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan semacam itu kalau tidak disusul dengan perkembangan kehidupan rohani, pasti gagal membuat keseimbangan."&lt;br /&gt;Agama Kristen tersesat dengan terlalu menekankan ajarannya kepada salah satu extrimitas, yakni kerohanian, sedangkan kebudayaan modern tersesat pada extrimitas yang lain, yakni kebendaan. Seperti kata Lord Snell: "Kita telah mendirikan bangunan yang lahirnya memang mewah dan megah, tapi kita tidak memperhatikan tuntutan pokok yang harus menjadi isinya. Kita dengan sepenuh perhatian membuat rencana, dekorasi dan membersihkan semua bagian luar bangunan kita, akan tetapi bagian dalamnya penuh dengan pemerasan dan pelanggaran. Kita telah mempergunakan kemajuan pengetahuan dan kekuatan untuk mengatur kesenangan badan, tapi kita telah meninggalkan segala kepentingan rohani."&lt;br /&gt;Agama Islam telah membina keseimbangan antara kedua segi kehidupan: kebendaan dan kerohanian. Islam menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini untuk manusia, akan tetapi manusia sendiri untuk mengabdi kepada Tuhan; tugas kehidupannya ialah melaksanakan kehendak Tuhan. Ajaran-ajaran Islam mendorong manusia ke arah kebersihan rohani, sama seperti dorongannya untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya di dunia yang bersifat sementara ini. Islam menyuruh manusia supaya membersihkan jiwanya, sekaligus membentuk atau membangun kehidupan dunianya, perseorangan maupun masyarakat, dan supaya membina hak/kebenaran atas kekuasaan dan kebajikan atas kejahatan. Jadi, Islam itu berdiri di atas jalan tengah.&lt;br /&gt;Ketiga: Jalan Hidup yang Sempurna&lt;br /&gt;Islam bukan satu agama yang hanya mempunyai ruang lingkup kehidupan pribadi manusia, seperti yang disalahartikan oleh banyak orang. Islam adalah satu jalan-hidup yang sempurna, meliputi semua lapangan hidup kemanusiaan. Islam memberikan bimbingan untuk setiap langkah kehidupan perorangan maupun masyarakat, material dan moral, ekonomi dan politik, hukum dan kebudayaan, nasional dan internasional. Al-Qur'an memerintahkan supaya manusia memeluk agama Islam secara keseluruhan, tanpa pilih-pilih, dan mengikuti semua bimbingan Tuhan dalam segala macam lapangan hidup. Kenyataan sekarang membuktikan bahwa ruang lingkup agama itu dibatasi hanya pada kehidupan perseorangan, sedangkan peranan sosial dan kebudayaannya ditinggalkan. Mungkin tidak ada faktor lain lagi yang lebih penting dari itu yang telah menyebabkan kemerosotan agama di abad modern sekarang ini. Salah seorang filosof modern berkata: "Agama memerintahkan supaya kita memisahkan apa yang untuk Tuhan dan apa yang untuk Kaisar. Pemisahan ini berarti niengurangi dua-duanya. Mengurangi peranan dunia dan agama. Agama sangat kecil, kalau jiwa para penganutnya tidak tergetar ketika awan gelap peperangan bergayutan di atas kepala kita semua dan persaingan industri telah mengancam keamanan masyarakat. Agama telah memperlemah naluri sosial kemanusiaan dan kepekaan moral dengan jalan pemisahan apa yang untuk Tuhan dari apa yang untuk Kaisar." Islam menolak sepenuhnya konsep pemisahan agama seperti itu, dan jelas menyatakan bahwa tujuannya ialah menyempurnakan jiwa dan membentuk masyarakat.&lt;br /&gt;Sungguh Aku telah mengutus Rasul-rasul-Ku dengan membawa penjelasan, dan Aku telah menurunkan bersama mereka Kitab dan keadilan,5 supaya manusia menegakkan keadilan, dan Aku telah menyediakan besi yang mengandung bahaya besar dan manfaat yang banyak bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong agama-Nya dan rasul-Nya, walaupun agama itu ghaib. Sesungguhnya Allah itu Maha Kuat dan Maha Perkasa. - Al-Hadid 25.&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Apa yang kamu sembah selain Allah itu hanya sebutan-sebutan yang kamu berikan saja, kamu dan leluhur kamu. Allah tidak memberikan kekuasaan untuk itu. Kekuasaan itu hanya pada Allah. Dia memerintahkan bahwa hendaklah kamu tidak menyembah kepada selain Dia. Itulah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. - Yusuf 40.&lt;br /&gt;Mengenai orang-orang yang berhak mendapat pertolongan Allah swt., Al-Qur'an menyatakan:&lt;br /&gt;Orang-orang yang kalau Aku tempatkan mereka di bumi, mereka melakukan sembahyang, membayar zakat, memerintahkan/menganjurkan kebaikan dan melarang/memperingatkan keburukan. Dan kepada Allah-lah kembalinya segala urusan. - Al-Haj 41.&lt;br /&gt;Dan Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;Semua kamu adalah pemimpin dan semua kamu akan diminta pertanggungjawabannya. Sebab, Imam adalah pemimpin, dan dia diminta pertanggungjawabannya. Seorang suami adalah pemimpin dalam lingkungan keluarganya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah suaminya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Seorang pelayan adalah pemimpin dalam harta kekayaan majikannya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Jadi semua kamu itu pemimpin dan semua kamu itu akan diminta pertanggungjawabannya. - Muttafaq Alaih.&lt;br /&gt;Saya kira orang tidak perlu mempelajari secara mendalam tentang ajaran-ajaran Islam, kalau sekedar untuk mengetahui bahwa Islam itu adalah suatu agama yang menyeluruh, meliputi segala lapangan hidup manusia, dan tidak membiarkan satu lapanganpun untuk dimasuki oleh kekuatan buruk syaitan.&lt;br /&gt;Keempat: Ada keseimbangan antara perorangan dan kemasyarakatan&lt;br /&gt;Ada satu keistimewaan yang bersifat unik bagi Islam, yaitu bahwa agama ini membina keseimbangan antara kepentingan perorangan dan kepentingan kemasyarakatan. Islam percaya adanya kepribadian manusia dan menentukan bahwa setiap orang secara sendiri-sendiri bertanggung jawab terhadap Tuhan. Islam menjamin hak-hak azasi manusia dan tidak membenarkan siapapun juga untuk merobek-robek atau menguranginya. Islam juga menjamin perkembangan yang baik kepribadian manusia, sebagai salah satu tujuan utama dari kebijaksanaan pendidikannya.&lt;br /&gt;Islam tidak setuju dengan pandangan bahwa manusia harus melenyapkan kepribadiannya, meleburkan diri dalam masyarakat atau negara.&lt;br /&gt;Al-Qur'an menyatakan:&lt;br /&gt;... dan bahwa manusia tidak akan mendapat selain apa yang dia usahakan. -- An-Najm 39.&lt;br /&gt;Dan musibah apa yang menimpa kamu itu disebabkan perbuatan kamu. -- Asy-Syura 30.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka sendiri mau mengubah keadaannya. - Ar-Ra'd 11.&lt;br /&gt;Bermanfaat bagi seseorang apa yang dia usahakan, dan berbahaya baginya apa yang dia lakukan. -- Al-Baqarah 286.&lt;br /&gt;Mengenai sikap seorang Mukmin dalam menghadapi ajakan kaum musyrikin, Tuhan mengajarkan:&lt;br /&gt;Bagi kami bermanfaat amal perbuatan kami dan bagi kamu amal perbuatan kamu. -- Al-Qashash 55.&lt;br /&gt;Semua itu mengenai soal-soal perseorangan.&lt;br /&gt;Di lain pihak, Islam selalu menanamkan dalam jiwa manusia rasa tanggung jawab sosial, mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dan negara, dan mengikutsertakan setiap orang dalam usaha menegakkan kemaslahatan umum.&lt;br /&gt;Sembahyang dalam Islam dilakukan secara bersama-sama (berjama'ah), salah satu cara untuk menanam rasa disiplin sosial di kalangan ummat Islam. Setiap orang diwajibkan nnembayar zakat, sekurang-kurangnya zakat fithrah.&lt;br /&gt;Al-Qur'an menyatakan:&lt;br /&gt;Dan dalam harta kekayaan mereka ada bagian hak yang dibutuhkan oleh yang meminta dan miskin. -- Adz-Dzariyat 19.&lt;br /&gt;Jadi zakat itu adalah sebagian harta yang menjadi hak masyarakat. Dan jihad (berjuang) dalam Islam itu wajib. Ini berarti bahwa setiap orang diharuskan berkorban, sampai dengan jiwanya sekalipun, untuk mempertahankan kejayaan Islam dan negaranya. Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;Semua kamu adalah pemimpin dan semua kamu akan diminta pertanggungjawabannya. Sebab, Imam adalah pemimpin, dan dia diminta pertanggungjawabannya. Seorang suami adalah pemimpin dalam lingkungan keluarganya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah suaminya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Seorang pelayan adalah pemimpin dalam harta kekayaan majikannya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Jadi semua kamu itu pemimpin dan semua kamu itu akan diminta pertanggungjawabannya. - Muttafaq Alaih.&lt;br /&gt;Sabdanya pula:&lt;br /&gt;Kamu jangan berprasangka, sebab prasangka itu adalah ucapan yang paling bohong. Dan janganlah kamu saling selidik menyelidik kesalahan, jangan saling bermegahan, jangan saling benci, jangan saling belakangi. Jadilah kamu --hamba Allah-- bersaudara, sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada kamu. -- Riwayat Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;Dan:&lt;br /&gt;Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dengan perut kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan, dan dia mengetahui hal itu. -- Riwayat Al-Bazar.&lt;br /&gt;Dan:&lt;br /&gt;Orang Mukmin itu ialah orang yang boleh dipercaya atas harta dan diri/jiwa orang lain. -- Riwayat Ibnu Majah.&lt;br /&gt;Singkatnya, Islam tidak hanya menegakan hak-hak perseorangan atau hanya mengakui hak-hak masyarakat saja. Islam membina keserasian dan keseimbangan antara keduanya, dengan memberikan batas-batas yang teliti untuk kebaikan dua-duanya.&lt;br /&gt;Kelima: Universal dan Kemanusiaan.&lt;br /&gt;Risalah Islam adalah untuk seluruh ummat manusia. Tuhan, dalam ajaran Islam, adalah Tuhan seluruh alam. Firman Allah:&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mengurus seluruh alam. -- Al-Fatihah 2.&lt;br /&gt;Dan Nabi Muhammad s.a.w. adalah seorang Rasul untuk seluruh kemanusiaan. Al-Qur'an menyatakan:&lt;br /&gt;Katakanlah: Hai sekalian manusia! Sesungguhnya aku ini adalah Utusan Allah kepada kamu sekalian. -- Al-A'raf 158.&lt;br /&gt;Dan firman-Nya:&lt;br /&gt;Maha Tinggi Tuhan yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada hamba-Nya, supaya menjadi peringatan bagi seluruh alam. -- Al-Furqan 1.&lt;br /&gt;Dan firiman-Nya lagi:&lt;br /&gt;Tidaklah Aku mengutus engkau, melainkan sebagai rahmat untuk seluruh alam. -- Al-Anbiya 107.&lt;br /&gt;Menurut ajaran Islam, manusia itu semuanya sama, walaupun berlainan warna kulit, bahasa, keturunan dan kebangsaannya. Hal itu adalah bimbingan Allah kepada naluri kemanusiaan, dan Dia tidak mengakui adanya perbedaan keturunan/kebangsaan, kedudukan sosial atau kekayaan. Tidak bisa dibantah bahwa dalam kenyataan, semua perbedaan itu masih ada dalam zaman kita yang mengaku abad ilmu dan kemajuan ini. Akan tetapi Islam tidak mengakuinya. Malah Islam menetapkan/mengakui bahwa semua manusia itu satu keluarga, Tuhannya ialah Allah s.w.t. Dalam hal ini Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;Semua makhluk itu keluarga Allah, maka mereka yang paling disenangi Allah ialah yang paling bermanfaat untuk keluarga-Nya. -- Riwayat Al-Bazar.&lt;br /&gt;Dan do'a Rasulullah s.a.w.:&lt;br /&gt;Ya Tuhanku! Tuhan yang mengurus segala sesuatu dan Yang Memilikinya! Aku bersaksi bahwa hamba-hamba itu semuanya bersaudara. -- Riwayat Ahmad dan Abu Dawud.&lt;br /&gt;Jadi, Islam itu berpandangan internasional dan tidak mengakui adanya garis-garis pemisah dan perbedaan-perbedaan seperti pada zaman jahiliyah. Islam menginginkan adanya kesatuan seluruh kemanusiaan di bawah satu bendera, dan dalam dunia yang telah dirusak dengan persaingan-persaingan dan permusuhan-permusuhan kebangsaan ini Islam merupakan tuntunan hidup dan harapan kebahagiaan di hari yang akan datang.&lt;br /&gt;Keenam: Stabil dan Berkembang&lt;br /&gt;Justice Cardoza dengan tegas menyatakan: "Kebutuhan terbesar zaman kita sekarang adalah satu falsafah yang bisa menengahi antara tuntutan-tuntutan yang saling bertentangan mengenai stabilitas dan kemajuan dan memenuhi prinsip perkembangan." Islam memberikan satu ideologi yang memuaskan tuntutan-tuntutan stabilitas dan perkembangan/perubahan sekaligus.&lt;br /&gt;Kenyataan membuktikan bahwa memang hidup itu tidak semata-mata stabil dalam arti tidak berkembang, tidak pula berkembang dan berubah secara keseluruhan. Sebab soal-soal pokok kehidupan itu tetap, akan tetapi cara-cara penyelesaian dan tehnik penanganannya berbeda-beda, sesuai dengan perkembangan zaman. Islam menjamin kedua hal itu berjalan secara teratur. Al-Qur'an dan Sunnah mengandung petunjuk-petunjuk abadi dari Tuhan Rabul'alamin, Tuhan yang tidak dibatasi oleh zaman dan tempat memberi petunjuk-petunjuk yang bertalian dengan kepentingan perorangan maupun yang bertalian dengan masyarakat, sesuai sepenuhnya dengan alam yang diciptakan Allah s.w.t. Dengan demikian maka petunjuk-petunjuk itu bersifat azali dan abadi (kekal). Akan tetapi Tuhan hanya merumuskan dasar-dasar dan pokok-pokoknya, sedangkan manusia diberi kebebasan untuk melaksanakannya sesuai dengan perkembangan zaman yang berbeda-beda, jiwa dan kondisinya. Untuk itu manusia melakukan ijtihad yang dilakukan oleh tokoh-tokoh ahli setiap zaman, untuk menerapkan petunjuk-petunjuk Tuhan dalam menghadapi segala bentuk kehidupan pada zamannya.&lt;br /&gt;Jadi dasar dan pokok ajaran itu tetap tidak berubah, hanya cara-cara pelaksanaannya mungkin berubah, sesuai dengan kebutuhan hidup pada setiap zaman. Itulah rahasianya, mengapa Islam itu tetap segar dan modern, sesuai dengan perkembangan zaman yang mana dan kapanpun.&lt;br /&gt;Ketujuh: Ajaran-ajaran Terpelihara dari Perubahan.&lt;br /&gt;Dan akhirnya, masih ada satu rahasia penting, ialah bahwa ajaran-ajaran Islam dalam Al-Qur'an tetap atas dasar dan nash-nya yang semula sebagaimana yang diturunkan Allah, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;Manusia tetap memperoleh petunjuk-petunjuk di dalamnya, sebagai yang dikehendaki Allah, tanpa perubahan atau pergantian sedikitpun. Al-Qur'an tetap sebagaimana yang diturunkan Allah dan tetap berada di tengah-tengah kita, hampir 14 abad lamanya. Kalimat Allah tetap kalimat Allah, dalam bentuknya yang semula. Dan keterangan terperinci tentang kehidupan Nabi Islam dan ajaran-ajarannya telah dikenal berabad-abad dalam bentuknya yang orisinal. Hal itu diakui oleh para kritikus non Muslim. Profesor Reynold A. Nicholson dalam bukunya "Literary History of the Arabs" menyatakan:&lt;br /&gt;"Al-Qur'an adalah suatu dokumen kemanusiaan yang luar biasa, menerangkan setiap phase hubungan Muhammad dengan segala kejadian yang dihadapinya selama hidupnya, sehingga kita mendapat bahan yang unik dan tahan uji keasliannya, sehingga kita dapat mengikuti perkembangan Islam sejak permulaannya sampai sekarang. Semua itu tidak ada bandingannya dalam agama-agama Buddha atau Kristen, maupun dalam agama-agama lainnya." (hal. 413).&lt;br /&gt;Semua itu hanyalah sebahagian saja dari tanda-tanda yang dengan jelas dan kuat menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna bagi kemanusiaan, dahulu, sekarang dan di kemudian hari. Segi-segi itulah yang telah menarik beratus-ratus juta ummat manusia ke dalamnya. Mereka semua yakin bahwa Islam adalah agama yang hak dan benar, jalan hidup yang lurus yang seharusnya dilalui oleh manusia. Hal itu akan tetap menarik mereka di waktu-waktu yang akan datang. Manusia dengan jiwanya yang bersih dan ikhlas mencari kebenaran, akan selalu mengucapkan:&lt;br /&gt;AKU BERSAKSI BAHWA TIDAK ADA YANG PATUT DISEMBAH KECUALI ALLAH YANG SATU DAN TIDAK ADA YANG MENYEKUTUINYA DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH HAMBANYA DAN UTUSAN-NYA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115139737307044824?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115139737307044824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115139737307044824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115139737307044824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115139737307044824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/bukti-kebenaran-islam.html' title='Bukti Kebenaran Islam'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115139700827997303</id><published>2006-06-27T01:28:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T22:30:09.376-07:00</updated><title type='text'>Antara Marah dan Marah</title><content type='html'>Oleh Muhammad Hanafi Maksum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah seseorang dikatakan pemberani dan kuat karena cepat meluapkan amarahnya, tetapi seseorang dikatakan pemberani dan kuat kalau mampu menguasai diri dan nafsunya ketika marah."(Hadis)Marah tidak hanya ada pada manusia, tapi juga ada pada makhluk lain, ada pada alam. Marah pada diri manusia harus dibedakan antara marah wajar dan marah emosional. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika sseorang marah, misalnya karena agamanya dihina, maka marahnya itu adalah marah yang wajar. Sebaliknya ketika seseorang marah, misalnya melemparkan gulai ke wajah istrinya hanya karena rasa gulai itu tak sesuai dengan seleranya, itu tergolong marah emosional.Dalam kehidupan sehari-hari, marah yang paling banyak ditemukan ialah marah emosional. Contohnya sangat bervariasi, Istri marah ketika uang yang dibawa suaminya tidak sebanyak yang diinginkannya. Remaja marah ketika ibunya tak memberinya uang untuk pesta di diskotik bersama teman-teman sebayanya. Penguasa marah ketika diingatkan akan kezalimannya. Ulama marah ketika hasil ijtihadnya dikritik. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa marah emosional berasal dari setan. Makanya marah emosional dinilai sebagai akhlak yang tercela. Sedangkan marah yang wajar bukanlah merupakan akhlak tercela. Sebab yang menciptakan perasaan marah pada hakikatnya adalah Allah Ta'ala. Tujuannya untuk menguji iman hamba-hambaNya. Maka marah yang wajar merupakan sesuatu yang normal. Jangankan manusia biasa, manusia yang telah diangkat Allah menjadi NabiNya pun juga bisa marah.Nabi Muhammad SAW juga pernah. marah. Seorang lelaki, Abu Mas'ud al-Anshari, pada suatu hari mengadukan keberatannya kepada Rasulullah tentang imam shalat di lingkungannya memanjangkan shalat misalnya rukuk dan sujud terlalu lama, atau ayat Al Quran yang dibaca seusai Fatihah panjang sekali). Mendengar pengaduan itu, Nabi marah, sampai lelaki itu berkata: "Aku belum pernah melihat Nabi marah melebihi marahnya ketika beliau memberi nasihat pada hari itu kepada orang banyak dengan sabdanya; Wahai umatku sekalian! Sesungguhnya ada di antara kalian yang menyebabkan orang jauh dari agama. Maka siapa di antara kalian menjadi imam (shalat), hendaklah mempercepat shalatnya karena di belakangnya terdapat orang-orang tua, orang-orang yang lemah dan orang-orang yang mempunyai keperluan lain." (HR Bukhari dari Abu Mas'ud al-Anshari).Emosi marah yang negatif, yang ditunggangi setan, dapat menimbulkan masalah besar. Di antaranya pembunuhan, perkelahian mengerikan bahkan peperangan besar. Terhadap emosi marah yang negatif ini, Allah memberikan tuntunan: "Dan bersegeralah menuju ampunan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang mengendalikan amarah dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (OS Ali Imran [3]: 134)Firman Allah ini memang mudah dibacakan dan diclengarkan, belum tentu mudah diamalkan. Banyak orang pintar menasihati orang lain agar mengendalikan emosi marah, tetapi tak mampu melakukannya sendiri ketika emosi marahnya meledak-ledak.Begitu pentingnya mengendalikan emosi marah yang negatif ini, sehingga ketika seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, "Berilah aku nasihat," Rasulullah bersabda, "Janganlah marah. Janganlah marah."Kiat Meredam MarahLanjutan hadis Nabi yang menyatakan marah emosional berasal dari setan, juga disebutkan bahwa salah satu cara untuk meredam marah emosional yang tengah menggelora adalah segera berwuduk. Mengapa harus berwuduk? Bagaimana berwuduk dianggap bisa mengatasi marah?Filosofinya adalah berwuduk berarti meng'gunakan air. Setan itu asal-muasalnya diciptakan dari api. Air sangat kontras dengan api. Air dapat memadamkan api. Maka dengan berwuduk hampir dapat dipastikan emosi marah akan berkurang atau bahkan tak mustahil lenyap sama sekali, Orang-orang yang kuat imannya dapat melakukan hal itu.Tetapi setan dalam hal ini licik dan jahat sekali. Ketika orang sedang dibakar emosi marah, setan membuatnya lupa berwuduk. Itulah sebabnya seringkali orang tak ingat lagi berwuduk ketika marah. Yang membebani dadanya ketika marah itu ialan melampiaskan emosi sepuas-puasnya. Dan setan akan terus berupaya maksimal membakar emosi itu agar berlanjut pada perbuatan atau tindakan yang dibenci Allah, tidak hanya sebatas kata-kata seperti mencaci-maki, tapi juga memukul, menendang dan seterusnya. Setan akan puas kalau manusia berhasil didforongnya untuk melampiaskan emosi marahnya secara negatif. Apalagi kalau akibatnya sangat buruk dan mengerikan, Misalnya pertumpahan darah, Itulah memang salah satu misi setan. Dan bagi pelaku ada kenikmatan tersendiri yang dirasakan ketika berhasil melampiaskan emosi marahnya itu.Kekuasaan, pangkat, jabatan, kekayaan, kekuatan dan kelebihan-kelebihan lain yang dimiliki seseorang terkadang dapat mendorong dirinya mudah marah, terutama terhadap orang-orang lemah dan kecil, khususnya yang berada di bawah kekuasaannya. Maka di sebuah rumah atau instansi atau perusahaan, yang biasanya marah adalah tuan/nyonya rumah terhadap pembantu, atasan terhadap bawahan, majikan terhadap karyawan.Apa artinya?Pada umumnya orang-orang pemarah itu hanya berani marah terhadap orang kecil dan lemah, termasuk orang miskin atau pembantu rumah tangganya. Terhadap orang kuat dan besar, mereka biasanya tak berani marah, termasuk terhadap orang kaya. Orang-orang kecil dan lemah hanya mungkin marah kalau sudah bersatu menjadi massa. Mereka bisa berdemo, atau mogok.Dalam hal ini, Rasulullah SAW menegaskan makna hakiki keberanian dan kekuatan pada diri manusia. "Tidaklah seseorang dikatakan pemberani dan kuat karena cepat meluapkan amarahnya, tetapi seseorang dikatakan pemberani dan kuat kalau mampu mengendalikan diri dan nafsunya ketika sedang marah."Emosi marah hanya ada di dunia. Itu sebabnya, bagi orang-orang kecil yang sering dimarahi, ada semacam hiburan, bahwa di akhirat nanti, siapa yang memarahi orang yang sebenarnya tak bersalah akan diadili Allah seadil-adilnya. Dan salah satu beda hidup di dunia dengan di surga ialah bahwa di surga, emosi marah tak ada lagi. Di surga tak akan ada lagi yang memarahi dan dimarahi. Juga takkan ada lagi majikan dan pembantu, tak ada lagi atasan dan bawahan. Kedudukan manusia sama semua. Bahkan Allah pun tak pernah lagi murka kepada semua penghuni surga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115139700827997303?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115139700827997303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115139700827997303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115139700827997303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115139700827997303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/antara-marah-dan-marah.html' title='Antara Marah dan Marah'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115131472917981573</id><published>2006-06-26T02:37:00.000-07:00</published><updated>2006-06-26T02:38:49.286-07:00</updated><title type='text'>Mengubah dengan Kekuatan Tauladan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Mudah-Mudahan kita semua tidak menjadi contoh keburukan bagi orang lain. Mudah-mudahan anak-anak kita tidak mencontoh perilaku buruk yang pernah khilaf kita, para orang tuanya lakukan. Dan mudah-mudahan pula anggota lingkungan masyarakat kita tidak menjadikan kita sebagai salah satu figur keburukan, akibat perilaku buruk yang kita lakukan.&lt;br /&gt;Alangkah ruginya dalam hidup yang cuma sekali-kalinya ini dan orang lain meniru keburukan kita, naudxubillah. Ingatlah bahwa jika kita berperilaku buruk dan tidak bermoral, maka ketika orang berbicara, akan berbicara tentang keburukan kita. Apalagi jika orang lain mencontoh perilaku buruk itu, berarti kita juga akan memikul dosanya.&lt;br /&gt;Namun seandainya justru orang atau masyarakat di sekitar kita yang berperilaku kurang baik, maka sudah sewajarnya bila kita menekadkan diri untuk mengubahnya menuju arah kebaikan. Lalu, bagaimana cara mengubah orang menjadi lebih baik secara efektif ?&lt;br /&gt;Salah satu caranya adalah dengan kekuatan suri tauladan atau menjadi contoh terlebih dahulu. Jika ingin mengubah orang lain, maka pertanyaan pertama yang harus dilakukan adalah sudah pantaskah kita menjadi contoh kebaikan akhlak bagi orang lain? Sudahkah kita menjadi suri tauladan bagi apa yang kita inginkan ada pada diri orang lain itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW gemilang menyeru ummat ke jalan-Nya, mengubah karakter ummat dari zaman kegelapan menuju jalan penuh cahaya yang ditempuh hampir 23 tahun. Salah satu pilar strategi keberhasilannya adalah karena Rasul memiliki kekuatan suri tauladan yang sungguh luar biasa. Yakinlah bahwa cara paling gampang mengubah orang lain sesuai keinginan kita adalah dengan cara menjadikan diri kita sebagai media atau contoh yang layak ditiru.&lt;br /&gt;Karenanya, jangan bercita-cita memiliki anak yang santun, lembut, kalau kesantunan dan kelembutan itu tidak ada dalam diri orang tuanya. Jangan bercita-cita punya anak yang tahu etika, kalau cara mendidik yang dilakukan orang tuanya tidak menggunakan etika. Sangat mustahil akan terwujud ketika para pimpinan ingin anggotanya berdisiplin, padahal disiplin itu bukan bagian dari diri pimpinannya. Contoh sederhana, mengapa P4 gagal menjadi pedoman hidup yang jadi acuan bangsa Indonesia ? Karena tidak ada contoh tauladannya. Siapa sekarang pemimpin bangsa ini yang paling Pancasilais ? Susah mencarinya. Seumpama mata air di pegunungan yang sudah keruh tercemar. Kalau dari sumbernya sudah keruh, walau yang di bawah di bening-beningkan juga tidak akan bisa. Di hilir menjadi keruh karena di hulunya juga keruh.&lt;br /&gt;Orang tua ingin anak-anaknya tidak merokok padahal ternyata orang tuanya perokok berat, bagaimana mungkin ? Para guru ingin murid-muridnya tidak mengganja, padahal ganja itu awalnya dari rokok, dan ternyata para guru merokok di depan murid-muridnya. Jangan-jangan kita yang menjerumuskan mereka ?&lt;br /&gt;Di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta ada sebuah contoh menarik tentang mengapa anak-anak menjadi seorang perokok atau pengganja. Di salah satu dindingnya tergantung sebuah potret seorang ibu yang sedang menimang-nimang bayinya, dan ternyata si ibu ini melakukannya sambil merokok. Tidak bisa tidak. Perilaku si Ibu ini merupakan contoh bagi si bayi yang ada dipangkuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AH, sahabat. Sayang sekali kita terlalu banyak menuntut pada orang lain, padahal sebenarnya yang paling layak kita tuntut adalah diri kita sendiri. Para guru bertanggung jawab kalau para murid akhlaknya menjadi jelek. Karena mungkin akhlak Pak Gurunya dan Akhlak BU Gurunya kurang baik. Lihat moral para mahasiswa yang bejat, kumpul kebo, mengganja, dan sebagainya. Tidak usah heran, lihatlah akhlak para dosennya, moral para dosennya yang mungkin tidak jauh berbeda. Santri di pondok-pondok jadi turun ibadahnya, jelek akhlaknya, jarang tahajutnya, lihat saja akhlak para ustadnya. Di kantor karyawan sering datang terlambat, kinerjanya tidak optimal, kasus kehilangan meningkat, lihat saja akhlak pimpinannya. Pimpinan mencuri, karyawan pun akan mencontohnya dengan mencuri pula.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pertanyaan yang harus selalu kita lakukan adalah sudahkah diri kita ini menjadi contoh kebaikan atau belum ? Omong kosong kita bicara masalah disiplin atau masalah aturan, kalau ternyata kita sendiri belum membiasakan diri untuk berdisiplin atau taat aturan. Sehebat apapun kata-kata yang terlontar dari mulut ini, perilaku yang terpancar dari pribadi kita justru akan jauh berpengaruh lebih dahsyat daripada kata-kata.&lt;br /&gt;Bersiap-siaplah untuk menderita bagi seorang ayah yang tidak bisa menjadi contoh kebaikan bagi anak-anaknya. Bersiaplah untuk memikul kepahitan bagi seorang ayah yang tidak dapat menjadi suri tauladan bagi keluarga dan keturunannya. Bersiap-siaplah untuk menghadapi perusahaan yang ruwet dan rumit kalau seorang atasan tidak menjadi contoh bagi karyawannya. Bersiaplah menghadapi kepusingan jikalau seorang pimpinan tidak menjadi contoh bagi yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, jangan mimpi mengubah orang lain sebelum diawali dengan mengubah diri sendiri. Allah SWT, dengan tegas menyatakan kemurkaannya bagi orang yang menyuruh berperilaku apa-apa yang sebenarnya tidak ia lakukan.&lt;br /&gt;"Sungguh besar kemurkaan di sisi ALLAH bagi orang yang berkata-kata apa-apa yang tidak diperbuatnya" (QS Ash Shaaf 21 : 3).&lt;br /&gt;Bukan tidak boleh berkata-kata, tapi kemuliaan akhlak pribadi akan jauh lebih memperjelas kata-kata kita.&lt;br /&gt;Dan menjadi contoh juga tidak akan efektif kecuali contoh itu penuh keikhlasan. Karena ada pula yang memberi contoh tapi riya, ingin dipuji, ingin dinilai orang lain hebat, ingin dihormati, dan ingin dihargai. Kalau tujuannya seperti ini, tidak akan berarti apa-apa. Hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi. Contoh yang tidak ikhlas tidak akan dicontoh oleh orang lain. Contoh yang karena pujian, over acting tidak akan masuk kepada hati orang lain. Contoh haruslah dilakukan dengan ikhlas. Jangan berharap atau bahkan berpikir untuk dipuji dan dihormati.&lt;br /&gt;Nah Sahabat. Selalulah tanya pada diri ini contoh apa yang akan kita tunjukkan dalam hidup yang sekali-kalinya ini. Apakah contoh tauladan kebaikan ? Ataukah malah sebaliknya contoh tauladan keburukan ? Naudzhubillah.&lt;br /&gt;Apakah contoh pribadi yang matang ataukah malah pribadi yang kekanak-kanakan? Karenanya menjadi suatu keharusan bagi seorang ayah, seorang ibu, seorang pemimpin, dan bagi siapa pun untuk memberikan contoh terbaik dari dirinya. Hidup cuma sekali dan belum tentu panjang umur. Akan menjadi suatu yang sangat indah jikalau kenangan dan warisan terbesar bagi keluarga dan lingkungan sekitar adalah terpancarnya cahaya pribadi kita yang layak di tauladani oleh siapa pun. Semuanya tiada lain adalah buah dari mulianya akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 29 Oktober 1999 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115131472917981573?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115131472917981573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115131472917981573' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115131472917981573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115131472917981573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/mengubah-dengan-kekuatan-tauladan.html' title='Mengubah dengan Kekuatan Tauladan'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115113430791988077</id><published>2006-06-24T00:30:00.000-07:00</published><updated>2006-06-28T03:36:48.233-07:00</updated><title type='text'>Bila Selalu Mengingat Mati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehalus-halus kehinaan di sisi ALLOH adalah tercerabutnya kedekatan kita dari&lt;br /&gt;sisi-Nya. Hal ini biasanya ditandai dengan kualitas ibadah yang jauh dari meningkat,&lt;br /&gt;atau bahkan malah menurun. Tidak bertambah bagus ibadahnya, tidak bertambah&lt;br /&gt;pula ilmu yang dapat membuatnya takut kepada ALLOH, bahkan justru maksiat&lt;br /&gt;pun sudah mulai dilakukan, dan anehnya yang bersangkutan tidak merasa rugi.&lt;br /&gt;Inilah tanda-tanda akan tercerabutnya nikmat berdekatan bersama ALLOH Azza&lt;br /&gt;wa Jalla.&lt;br /&gt;Pantaslah bila Imam Ibnu Athoillah pernah berujar, "Rontoknya iman ini akan&lt;br /&gt;terjadi pelan-pelan, terkikis-kikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya tanpa terasa&lt;br /&gt;habis tandas tidak tersisa". Demikianlah yang terjadi bagi orang yang tidak&lt;br /&gt;berusaha memelihara iman di dalam kalbunya. Karenanya jangan pernah&lt;br /&gt;permainkan nikmat iman di hati ini.&lt;br /&gt;Ada sebuah kejadian yang semoga dengan diungkapkannya di forum ini ada&lt;br /&gt;hikmah yang bisa diambil. Kisahnya dari seorang teman yang waktu itu nampak&lt;br /&gt;begitu rajin beribadah, saat shalat tak lepas dari linang air mata, shalat tahajud pun&lt;br /&gt;tak pernah putus, bahkan anak dan istrinya diajak pula untuk berjamaah ke mesjid.&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, ternyata saat itu dia sedang menanggung utang. Karenanya&lt;br /&gt;diantara ibadah-ibadahnya itu dia selipkan pula doa agar utangnya segera terlunasi.&lt;br /&gt;Selang beberapa lama, ALLOH Azza wa Jalla, Zat yang Mahakaya dan Maha&lt;br /&gt;Mengabulkan setiap doa hamba-Nya pun berkenan melunasi utang rekan tersebut.&lt;br /&gt;Sayangnya begitu utang terlunasi doanya mulai jarang, hilang pula motivasinya untuk&lt;br /&gt;beribadah. Biasanya kehilangan shalat tahajud menangis tersedu-sedu, "Mengapa&lt;br /&gt;Engkau tidak membangunkan aku, ya ALLOH?!", ujarnya seakan menyesali diri.&lt;br /&gt;Tapi lama-kelamaan tahajud tertinggal justru menjadi senang karena jadual tidur&lt;br /&gt;menjadi cukup. Bahkan sebelum azan biasanya sudah menuju mesjid, tapi&lt;br /&gt;akhir-akhir ini datang ke mesjid justru ketika azan. Hari berikutnya ketika azan&lt;br /&gt;tuntas baru selesai wudhu. Lain lagi pada besok harinya, ketika azan selesai justru&lt;br /&gt;masih di rumah, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk shalat di rumah saja.&lt;br /&gt;Begitupun untuk shalat sunat, biasanya ketika masuk mesjid shalat sunat tahiyatul&lt;br /&gt;mesjid terlebih dulu dan salat fardhu pun selalu dibarengi shalat rawatib. Tapi&lt;br /&gt;sekarang saat datang lebih awal pun malah pura-pura berdiri menunggu iqamat,&lt;br /&gt;selalu ada saja alasannya. Sesudah iqamat biasanya memburu shaf paling awal, kini&lt;br /&gt;yang diburu justru shaf paling tengah, hari berikutnya ia memilih shaf sebelah pojok,&lt;br /&gt;bahkan lama-lama mencari shaf di dekat pintu, dengan alasan supaya tidak&lt;br /&gt;terlambat dua kali. "Kalau datang terlambat, maka ketika pulang aku tidak boleh&lt;br /&gt;terlambat lagi, pokoknya harus duluan!" Pikirnya.&lt;br /&gt;Saat akan shalat sunat rawatib, ia malah menundanya dengan alasan nanti akan di&lt;br /&gt;rumah saja, padahal ketika sampai di rumah pun tidak dikerjakan. Entah disadari&lt;br /&gt;atau tidak oleh dirinya, ternyata pelan-pelan banyak ibadah yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;Bahkan pergi ke majlis ta'lim yang biasanya rutin dilakukan, majlis ilmu di mana&lt;br /&gt;saja dikejar, sayangnya akhir-akhir ini kebiasaan itu malah hilang.&lt;br /&gt;Ketika zikir pun biasanya selalu dihayati, sekarang justru antara apa yang&lt;br /&gt;diucapkan di mulut dengan suasana hati, sama sekali bak gayung tak bersambut.&lt;br /&gt;Mulut mengucap, tapi hati malah keliling dunia, masyaallah. Sudah dilakukan tanpa&lt;br /&gt;kesadaran, seringkali pula selalu ada alasan untuk tidak melakukannya. Saat-saat&lt;br /&gt;berdoa pun menjadi kering, tidak lagi memancarkan keuatan ruhiah, tidak ada&lt;br /&gt;sentuhan, inilah tanda-tanda hati mulai mengeras.&lt;br /&gt;Kalau kebiasaan ibadah sudah mulai tercerabut satu persatu, maka inilah&lt;br /&gt;tanda-tanda sudah tercerabutnya taupiq dari-Nya. Akibat selanjutnya pun mudah&lt;br /&gt;ditebak, ketahanan penjagaan diri menjadi blong, kata-katanya menjadi kasar,&lt;br /&gt;mata jelalatan tidak terkendali, dan emosinya pun mudah membara. Apalagi ketika&lt;br /&gt;ibadah shalat yang merupakan benteng dari perbuatan keji dan munkar mulai&lt;br /&gt;lambat dilakukan, kadang-kadang pula mulai ditinggalkan. Ibadah yang lain&lt;br /&gt;nasibnya tak jauh beda, hingga akhirnya meningallah ia dalam keadaan hilang&lt;br /&gt;keyakinannya kepada ALLOH. Inilah yang disebut suul khatimah (jelek di akhir),&lt;br /&gt;naudzhubillah. Apalah artinya hidup kalau akhirnya seperti ini.&lt;br /&gt;Ada lagi sebuah kisah pilu ketika suatu waktu bersilaturahmi ke Batam. Kisahnya&lt;br /&gt;ada seorang wanita muda yang tidak bisa menjaga diri dalam pergaulan dengan&lt;br /&gt;lawan jenisnya sehingga dia hamil, sedangkan laki-lakinya tidak tahu entah kemana&lt;br /&gt;(tidak bertanggung jawab). Hampir putus asa ketika si wanita ini minta tolong&lt;br /&gt;kepada seorang pemuda mesjid. Ditolonglah ia untuk bisa melakukan persalinan di&lt;br /&gt;suatu klinik bersalin, hingga ia bisa melahirkan dengan lancar. Walau tidak jelas&lt;br /&gt;siapa ayahnya, akhirnya si wanita ini pun menjadi ibu dari seorang bayi mungil.&lt;br /&gt;Sayangnya, sesudah beberapa lama ditolong, sifat-sifat jahiliyahnya kambuh lagi.&lt;br /&gt;Mungkin karena iman dan ilmunya masih kurang, bahkan ketika dinasihati pun tidak&lt;br /&gt;mempan lagi hingga akhirnya dia terjerumus lagi. Demikianlah kisah si wanita ini, ia&lt;br /&gt;kembali hamil di luar nikah tanpa ada pria yang mau bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Lalu ditolonglah ia oleh seseorang yang ternyata aqidahnya beda. Si orang yang&lt;br /&gt;akan membantu pun menawarkan bantuan keuangan dengan catatan harus pindah&lt;br /&gt;agama terlebih dulu. Si wanita pun menyetujuinya, dalam hatinya "Toh hanya untuk&lt;br /&gt;persalinan saja, setelah melahirkan aku akan masuk Islam lagi". Tapi ternyata&lt;br /&gt;ALLOH menentukan lain, saat persalinan itu justru malaikat Izrail datang&lt;br /&gt;menjemput, meninggalah si wanita dalam keadaan murtad, naudzhubillah.&lt;br /&gt;Cerita ini nampaknya bersesuaian pula dengan sebuah kisah klasik dari Imam Al&lt;br /&gt;Ghazali.&lt;br /&gt;Suatu ketika ada seseorang yang sudah bertahun-tahun menjadi muazin di sebuah&lt;br /&gt;menara tinggi di samping mesjid. Kebetulan di samping mesjid itu adapula sebuah&lt;br /&gt;rumah yang ternyata dihuni oleh keluarga non-muslim, diantara anak-anak keluarga&lt;br /&gt;itu ada seorang anak perempuan berparas cantik yang sedang berangkat ramaja.&lt;br /&gt;Tiap naik menara untuk azan, secara tidak disengaja tatapan mata sang muazin&lt;br /&gt;selalu tertumbuk pada si anak gadis ini, begitu pula ketika turun dari menara.&lt;br /&gt;Seperti pepatah mengatakan "dari mata rurun ke hati", begitulah saking seringnya&lt;br /&gt;memandang, hati sang muazin pun mulai terpaut akan paras cantik anak gadis ini.&lt;br /&gt;Bahkan saat azan yang diucapkan di mulut Allahuakbar-Allahuakbar, tapi hatinya&lt;br /&gt;malah khusyu memikirkan anak gadis itu.&lt;br /&gt;Karena sudah tidak tahan lagi, maka sang muazin ini pun nekad mendatangi rumah&lt;br /&gt;si anak gadis tersebut dengan tujuan untuk melamarnya. Hanya sayang, orang tua si&lt;br /&gt;anak gadis menolak dengan mentah-mentah, apalagi jika anaknya harus pindah&lt;br /&gt;keyakinan karena mengikuti agama calon suaminya, sang muazin yang beragama&lt;br /&gt;Islam itu. "Selama engkau masih memeluk Islam sebagai agamamu, tidak akan&lt;br /&gt;pernah aku ijinkan anakku menjadi istrimu" ujar si Bapak, seolah-olah memberi&lt;br /&gt;syarat agar sang muazin ini mau masuk agama keluarganya terlebih dulu.&lt;br /&gt;Berpikir keraslah sang muazin ini, hanya sayang, saking ngebetnya pada gadis ini,&lt;br /&gt;pikirannya seakan sudah tidak mampu lagi berpikir jernih. Hingga akhirnya di&lt;br /&gt;hatinya terbersit suatu niat, "Ya ALLOH saya ini telah bertahun-tahun azan untuk&lt;br /&gt;mengingatkan dan mengajak manusia menyembah-Mu. Aku yakin Engkau telah&lt;br /&gt;menyaksikan itu dan telah pula memberikan balasan pahala yang setimpal. Tetapi&lt;br /&gt;saat ini aku mohon beberapa saat saja ya ALLOH, aku akan berpura-pura masuk&lt;br /&gt;agama keluarga si anak gadis ini, setelah menikahinya aku berjanji akan kembali&lt;br /&gt;masuk Islam". Baru saja dalam hatinya terbersit niat seperti itu, dia terpeleset jatuh&lt;br /&gt;dari tangga menara mesjid yang cukup tinggi itu. Akhirnya sang muazin pun&lt;br /&gt;meninggal dalam keadaan murtad dan suul khatimah.&lt;br /&gt;Kalau kita simak dengan seksama uraian-uraian kisah di atas, nampaklah bahwa&lt;br /&gt;salah satu hikmah yang dapat kita ambil darinya adalah jikalau kita sedang berbuat&lt;br /&gt;kurang bermanfaat bahkan zhalim, maka salah satu teknik mengeremnya adalah&lt;br /&gt;dengan 'mengingat mati'. Bagaimana kalau kita tiba-tiba meninggal, padahal kita&lt;br /&gt;sedang berbuat maksiat, zhalim, atau aniaya? Tidak takutkah kita mati suul&lt;br /&gt;khatimah? Naudzhubillah. Ternyata ingat mati menjadi bagian yang sangat penting&lt;br /&gt;setelah doa dan ikhtiar kita dalam memelihara iman di relung kalbu ini. Artinya&lt;br /&gt;kalau ingin meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, maka selalulah ingat mati.&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah SAW telah mengingatkan para sahabatnya untuk selalu&lt;br /&gt;mengingat kematian. Dikisahkan pada suatu hari Rasulullah keluar menuju mesjid.&lt;br /&gt;Tiba-tiba beliau mendapati suatu kaum yangsedang mengobrol dan tertawa. Maka&lt;br /&gt;beliau bersabda, "Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam&lt;br /&gt;kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan&lt;br /&gt;tertawa sedikit dan banyak menangis."&lt;br /&gt;Dan ternyata ingat mati itu efektif membuat kita seakan punya rem yang kokoh dari&lt;br /&gt;berbuat dosa dan aniaya. Akibatnya dimana saja dan kapan saja kita akan&lt;br /&gt;senantiasa terarahkan untuk melakukan segala sesuatu hanya yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Begitupun ketika misalnya, mendengarkan musik ataupun nyanyian, yang&lt;br /&gt;didengarkan pasti hanya yang bermanfaat saja, seperti nasyid-nasyid Islami atau&lt;br /&gt;bahkan bacaan Al Quran yang mengingatkan kita kepada ALLOH Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;Sehingga kalaupun malaikat Izrail datang menjemput saat itu, alhamdulillah kita&lt;br /&gt;sedang dalam kondisi ingat kepada ALLOH. Inilah khusnul khatimah.&lt;br /&gt;Bahkan kalau kita lihat para arifin dan salafus shalih senantiasa mengingat kematian,&lt;br /&gt;seumpama seorang pemuda yang menunggu kekasihnya. Dan seorang kekasih&lt;br /&gt;tidak pernah melupakan janji kekasihnya. Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah r.a.&lt;br /&gt;bahwa ketika kematian menjemputnya, ia berkata, "Kekasih datang dalam keadaan&lt;br /&gt;miskin. Tiadalah beruntung siapa yang menyesali kedatangannya. Ya ALLOH, jika&lt;br /&gt;Engkau tahu bahwa kefakiran lebih aku sukai daripada kaya, sakit lebih aku sukai&lt;br /&gt;daripada sehat, dan kematian lebih aku sukai daripada kehidupan, maka&lt;br /&gt;mudahkanlah bagiku kematian sehingga aku menemui-Mu."&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga kita digolongkan ALLOH SWT menjadi orang yang beroleh&lt;br /&gt;karunia khusnul khatimah. Amin! ***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115113430791988077?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115113430791988077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115113430791988077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115113430791988077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115113430791988077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/bila-selalu-mengingat-mati.html' title='Bila Selalu Mengingat Mati'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-115105212202177630</id><published>2006-06-23T01:41:00.000-07:00</published><updated>2006-06-23T01:42:06.856-07:00</updated><title type='text'>Nikmati Proses</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa?&lt;br /&gt;Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil.&lt;br /&gt;Kalau hasil itu ALLOH yang menetapkan, tapi bagi kita punya kewajiban untuk&lt;br /&gt;menikmati dua perkara yang dalam aktivitas sehari-hari harus kita jaga, yaitu&lt;br /&gt;selalu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha&lt;br /&gt;menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah ALLOH SWT.&lt;br /&gt;Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya&lt;br /&gt;bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka, karena menang-kalah itu akan&lt;br /&gt;selalu dipergilirkan kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah&lt;br /&gt;bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena ALLOH dan selama berjuang itu&lt;br /&gt;akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu seperti ini,&lt;br /&gt;sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh&lt;br /&gt;berarti bisa jadi syuhada. Ketika jualan dalam rangka mencari nafkah untuk&lt;br /&gt;keluarga, maka masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan itu,&lt;br /&gt;karena uang itu ada jalurnya, ada rizkinya dari ALLOH dan semua pasti&lt;br /&gt;mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari untung yang&lt;br /&gt;didapat, maka akan gampang sekali bagi ALLOH untuk memusnahkan untung yang&lt;br /&gt;didapat hanya dalam waktu sekejap. Dibuat musibah menimpanya, dikenai bencana,&lt;br /&gt;hingga akhirnya semua untung yang dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna&lt;br /&gt;seketika.&lt;br /&gt;Walhasil yang terpenting dari bisnis dan ikhtiar yang dilakukan adalah&lt;br /&gt;prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan itu kita selalu menjaga niat agar&lt;br /&gt;tidak pernah ada satu miligram pun hak orang lain yang terambil oleh kita,&lt;br /&gt;bagaimana ketika berjualan itu kita tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan&lt;br /&gt;akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat&lt;br /&gt;waktu, janji-janji kita penuhi. Dan keuntungan bagi kita ketika sedang berproses&lt;br /&gt;mencari nafkah adalah dengan sangat menjaga nilai-nilai perilaku kita. Perkara&lt;br /&gt;uang sebenarya tidak usah terlalu dipikirkan, karena ALLOH Maha Tahu kebutuhan&lt;br /&gt;kita lebih tahu dari kita sendiri. Kita sama sekali tidak akan terangkat oleh&lt;br /&gt;keuntungan yang kita dapatkan, tapi kita akan terangkat oleh proses mulia yang&lt;br /&gt;kita jalani. Ini perlu dicamkan baik-baik bagi siap pun yang sedang bisnis bahwa&lt;br /&gt;yang termahal dari kita adalah nilai-nilai yang selalu kita jaga dalam proses.&lt;br /&gt;Termasuk ketika kuliah bagi para pelajar, kalau kuliah hanya menikmati hasil&lt;br /&gt;ataupun&lt;br /&gt;hanya ingin gelar, bagaimana kalau meninggal sebelum diwisuda? Apalagi kita&lt;br /&gt;tidak tahu kapan akan meninggal. Karenanya yang paling penting dari perkuliahan,&lt;br /&gt;tanya dulu pada diri, mau apa dengan kuliah ini? Kalau hanya untuk mencari isi&lt;br /&gt;perut, kata Imam Ali, "Orang yang pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat&lt;br /&gt;dia tidak akan jauh beda dengan yang keluar dari perutnya". Kalau hanya ingin&lt;br /&gt;cari uang, hanya tok uang, maka asal tahu saja penjahat juga pikirannya hanya&lt;br /&gt;uang.&lt;br /&gt;Bagi kita kuliah adalah suatu ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita&lt;br /&gt;meningkat. Kita menuntut ilmu supaya tambah luas ilmu hingga akhirnya hidup kita&lt;br /&gt;bisa lebih meningkat manfaatnya. Kita tingkatkan kemampuan salah satu tujuannya&lt;br /&gt;adalah agar dapat meningkatkan kemampuan orang lain. Kita cari nafkah sebanyak&lt;br /&gt;mungkin supaya bisa mensejahterakan orang lain.&lt;br /&gt;Dalam mencari rizki ada dua perkara yang perlu selalu kita jaga, ketika sedang&lt;br /&gt;mencari kita sangat jaga nilai-nilainya, dan ketika dapat kita distribusikan&lt;br /&gt;sekuat-kuatnya. Inilah yang sangat penting. Dalam perkuliahan, niat kita mau apa&lt;br /&gt;nih? Kalau mau sekolah, mau kuliah, mau kursus, selalu tanyakan mau apa nih?&lt;br /&gt;Karena belum tentu kita masih hidup ketika diwisuda, karena belum tentu kita&lt;br /&gt;masih hidup ketika kursus selesai. Ah, Sahabat. Kalau kita selama kuliah,&lt;br /&gt;selama sekolah, selama kursus kita jaga sekuat-kuatnya mutu kehormatan, nilai&lt;br /&gt;kejujuran, etika, dan tidak mau nyontek lalu kita meninggal sebelum diwisuda?&lt;br /&gt;Tidak ada masalah, karena apa yang kita lakukan sudah jadi amal kebaikan.&lt;br /&gt;Karenanya jangan terlalu terpukau dengan hasil.&lt;br /&gt;Saat melamar seseorang, kita harus siap menerima kenyataan bahwa yang dilamar&lt;br /&gt;itu belum tentu jodoh kita. Persoalan kita sudah datang ke calon mertua, sudah&lt;br /&gt;bicara baik-baik, sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan&lt;br /&gt;ternyata ia mengundurkan diri atau akan menikah dengan yang lain. Sakit hati sih&lt;br /&gt;wajar dan manusiawi, tapi ingat bahwa kita tidak pernah rugi kalau niatnya sudah&lt;br /&gt;baik, caranya sudah benar, kalaupun tidak jadi nikah dengan dia. Siapa tahu&lt;br /&gt;ALLOH telah menyiapkan kandidat lain yang lebih cocok. Atau sudah daftar mau&lt;br /&gt;pergi haji, sudah dipotret, sudah manasik, dan sudah siap untuk berangkat,&lt;br /&gt;tiba-tiba kita menderita sakit sehingga batal untuk berangkat. Apakah ini suatu&lt;br /&gt;kerugian? Belum tentu! Siapa tahu ini merupakan nikmat dan pertolongan dari&lt;br /&gt;ALLOH, karena kalau berangkat haji belum tentu mabrur, mungkin ALLOH tahu&lt;br /&gt;kapasitas keimanan dan kapasitas keilmuan kita.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil, karena hasil yang bagus&lt;br /&gt;menurut kita belum tentu bagus menurut perhitungan ALLOH. Kalau misalnya&lt;br /&gt;kualifikasi mental kita hanya uang 50 juta yang mampu kita kelola. Suatu saat&lt;br /&gt;ALLOH memberikan untung satu milyar, nah untung ini justru bisa jadi musibah&lt;br /&gt;buat kita. Karena setiap datangnya rizki akan efektif kalau iman kitanya bagus&lt;br /&gt;dan kalau ilmu kitanya bagus. Kalau tidak, datangnya uang, datangnya gelar,&lt;br /&gt;datangnya pangkat, datangnya kedudukan, yang tidak dibarengi kualitas pribadi&lt;br /&gt;kita yang bermutu sama dengan datangnya musibah. Ada orang yang hina gara-gara&lt;br /&gt;dia punya kedudukan, karena kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental&lt;br /&gt;yang bagus, jadi petantang-petenteng, jadi sombong, jadi sok tahu, maka dia jadi&lt;br /&gt;nista dan hina karena kedudukannya.&lt;br /&gt;Ada orang yang terjerumus, bergelimang maksiat gara-gara dapat untung. Hal ini&lt;br /&gt;karena ketika belum dapat untung akan susah ke tempat maksiat karena uangnya&lt;br /&gt;juga tidak ada, tapi ketika punya untung sehingga uang melimpah-ruah tiba-tiba&lt;br /&gt;dia begitu mudahnya mengakses tempat-tempat maksiat.&lt;br /&gt;Nah, Sahabat. Selalulah kita nikmati proses. Seperti saat seorang ibu membuat&lt;br /&gt;kue lebaran, ternyata kue lebaran yang hasilnya begitu enak itu telah melewati&lt;br /&gt;proses yang begitu panjang dan lama. Mulai dari mencari bahan-bahannya,&lt;br /&gt;memilah-milahnya, menyediakan peralatan yang pas, hingga memadukannya dengan&lt;br /&gt;takaran yang tepat, dan sampai menungguinya di open. Dan lihatlah ketika sudah&lt;br /&gt;jadi kue, baru dihidangkan beberapa menit saja, sudah habis. Apalagi biasanya&lt;br /&gt;tidak dimakan sendirian oleh yang membuatnya. Bayangkan kalau orang membuat kue&lt;br /&gt;tadi tidak menikmati proses membuatnya, dia akan rugi karena dapat capeknya&lt;br /&gt;saja, karena hasil proses membuat kuenya pun habis dengan seketika oleh orang&lt;br /&gt;lain. Artinya, ternyata yang kita nikmati itu bukan sekedar hasil, tapi proses.&lt;br /&gt;Begitu pula ketika ibu-ibu punya anak, lihatlah prosesnya. Hamilnya sembilan&lt;br /&gt;bulan, sungguh begitu berat, tidur susah, berbaring sulit, berdiri berat, jalan&lt;br /&gt;juga limbung, masya ALLOH. Kemudian saat melahirkannya pun berat dan sakitnya&lt;br /&gt;juga setengah mati. Padahal setelah si anak lahir belum tentu balas budi. Sudah&lt;br /&gt;perjuangan sekuat tenaga melahirkan, sewaktu kecil ngencingin, ngeberakin,&lt;br /&gt;sekolah ditungguin, cengengnya luar biasa, di SD tidak mau belajar (bahkan yang&lt;br /&gt;belajar, yang mengerjakan PR justru malah ibunya) dan si anak malah jajan saja,&lt;br /&gt;saat masuk SMP mulai kumincir, masuk SMU mulai coba-coba jatuh cinta.&lt;br /&gt;Bayangkanlah kalau semua proses mendidik dan mengurus anak itu tidak pakai&lt;br /&gt;keikhlasan, maka akan sangat tidak sebanding antara balas budi anak dengan&lt;br /&gt;pengorbanan ibu bapaknya. Bayangkan pula kalau menunggu anaknya berhasil,&lt;br /&gt;sedangkan prosesnya sudah capek setengah mati seperti itu, tiba-tiba anak&lt;br /&gt;meninggal, naudzhubillah, apa yang kita dapatkan?&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, bagi para ibu, nikmatilah proses hamil sebagai ladang amal.&lt;br /&gt;Nikmatilah proses mengurus anak, pusingnya, ngadat-nya, dan rewelnya anak&lt;br /&gt;sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mendidik anak, menyekolahkan anak, dengan&lt;br /&gt;penuh jerih payah dan tetesan keringat sebagai ladang amal. Jangan pikirkan&lt;br /&gt;apakah anak mau balas budi atau tidak, sebab kalau kita ikhlas menjalani proses&lt;br /&gt;ini, insya ALLOH tidak akan pernah rugi. Karena memang rizki kita bukan apa yang&lt;br /&gt;kita dapatkan, tapi apa yang dengan ikhlas dapat kita lakukan. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-115105212202177630?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/115105212202177630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=115105212202177630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115105212202177630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/115105212202177630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/nikmati-proses.html' title='Nikmati Proses'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-114985655636926705</id><published>2006-06-09T05:35:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T05:35:56.460-07:00</updated><title type='text'>Sebaik-baiknya Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain"&lt;br /&gt;(H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;Buletin Dakwah : Daarut Tauhiid&lt;br /&gt;No.058/Thn. I 1420 H./1999 M.&lt;br /&gt;Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai ALLOH kepekaan untuk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yang diperlihatkan ALLOH kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi ALLOH aneka potensi kelebihan oleh-Nya, dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkannya untuk sebanyak-banyaknya umat manusia.&lt;br /&gt;Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana dirinya punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain" (H.R. Bukhari).&lt;br /&gt;Seakan hadis ini mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauhmana derajat kemuliaan akhlak kita, maka ukurlah sejauhmana nilai manfaat diri ini? Kalau menurut Emha Ainun Nadjib, harusnya tanyakan pada diri ini apakah kita ini manusia wajib, sunat, mubah, makhruh, atau malah manusia haram?&lt;br /&gt;Apa itu manusia wajib? Manusia wajib ditandai jikalau adanya sangat dirindukan, sangat bermanfaat, bahkan perilakunya membuat hati orang disekitarnya tercuri. Tanda-tanda yang nampak dari seorang 'manusia wajib', diantaranya dia seorang pemalu yang jarang mengganggu orang lain, sehingga orang lain merasa aman darinya. Perilaku kesehariannya lebih banyak kebaikannya. Ucapannya senantiasa terpelihara, ia hemat betul kata-katanya, sehingga lebih banyak berbuat daripada hanya berbicara.&lt;br /&gt;Sedikit kesalahannya, tidak suka mencampuri yang bukan urusannya, dan sangat nikmat kalau ia berbuat kebaikan. Hari-harinya tidak lepas dari menjaga silaturahmi, sikapnya penuh wibawa, penyabar, selalu berterima kasih, penyantun, lemah lembut, bisa menahan dan mengendalikan diri, serta penuh kasihsayang.&lt;br /&gt;Sama sekali bukan kebiasaan bagi yang akhlaknya baik perilaku melaknat, memaki-maki, memfitnah, menggunjing, bersikap tergesa-gesa, dengki, bakhil, ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah cerah, ramah tamah, mencintai karena ALLOH, membenci karena ALLOH, dan marahnya pun karena ALLOH SWT, subhanallah demikian indah hidupnya.&lt;br /&gt;Karenanya, siapapun di dekatnya pastilah akan tercuri hatinya. Kata-katanya akan senantiasa terngiang-ngiang. Keramahannya pun benar-benar menjadi penyejuk bagi hati yang sedang membara. Jikalau saja orang berakhlak mulia ini tidak ada, maka siapapun akan merasa kehilangan, akan terasa ada sesuatu yang kosong di rongga kalbu ini. Orang yang wajib, adanya pasti penuh manfaat dan kalau tidak ada, siapapun akan merasa kehilangan. Begitulah kurang lebih perwujudan akhlak yang baik, dan ternyata ia hanya akan lahir dari semburat kepribadian yang baik pula.&lt;br /&gt;Kalau orang yang sunah, keberadaannya bermanfaat, tapi kalaupun tidak ada tidak tercuri hati kita. Tidak ada rongga kosong akibat rasa kehilangan. Hal ini terjadi mungkin karena kedalaman dan ketulusan amalnya belum dari lubuk hati yang paling dalam. Karena hati akan tersentuh oleh hati lagi. Seperti halnya, kalau kita berjumpa dengan orang yang berhati tulus, perilakunya benar-benar akan meresap masuk ke rongga kalbu siapapun.&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang mubah ada dan tidak adanya tidak berpengaruh. Di kantor kerja atau bolos sama saja. Seorang pemuda yang ketika ada di rumah keadaan menjadi berantakan, dan kalau tidak adapun tetap berantakan. Inilah pemuda yang mubah. Ada dan tiadanya tidak membawa manfaat, dan tidak juga membawa mudharat.&lt;br /&gt;Adapun orang yang makruh, keberadaannya justru membawa mudharat dan kalau dia tidak ada tidak berpengaruh. Artinya, kalau dia datang ke suatu tempat maka orang merasa bosan atau tidak senang. Misalnya, ada seorang ayah sebelum pulang dari kantor suasana rumah sangat tenang, tetapi seketika klakson dibunyikan tanda bahwa ayah sudah datang, anak-anak malah lari ke tetangga, ibu cemas, dan pembantu pun sangat gelisah. Inilah seorang ayah yang keberadaannya menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;Seorang anak yang makruh, kalau pulang sekolah justru masalah pada bermunculan, dan kalau tidak pulang suasana malah menjadi aman tentram. Ibu yang makruh diharapkan anak-anaknya untuk segera pergi arisan daripada ada di rumah. Sedangkan karyawan yang makruh, kehadirannya di tempat kerja hanya melakukan hal yang sia-sia daripada bersungguh-sungguh menunaikan tugas kerja.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan orang bertipe haram, keberadaannya malah dianggap menjadi musibah, sedangkan ketiadaannya justru disyukuri. Jikasaja dia pergi ngantor, justru perlengkapan kantor pada hilang, maka ketika orang ini dipecat semua karyawan yang ada malah mensyukurinya.&lt;br /&gt;Masya ALLOH, tidak ada salahnya kita merenung sejenak, tanyakan pada diri ini apakah kita ini anak yang menguntungkan orang tua atau malah hanya jadi benalu saja? Masyarakat merasa mendapat manfaat tidak dengan kehadiran kita? Adanya kita di masyarakat sebagai manusia apa, wajib, sunah, mubah, makhruh, atau haram? Kenapa tiap kita masuk ruangan teman-teman malah pada menjauhi, apakah karena perilaku sombong kita?&lt;br /&gt;Kepada ibu-ibu, hendaknya tanyakan pada diri masing-masing, apakah anak-anak kita sudah merasa bangga punya ibu seperti kita? Punya manfaat tidak kita ini? Bagi ayah cobalah mengukur diri, saya ini seorang ayah atau seorang gladiator? Saya ini seorang pejabat atau seorang penjahat? Kepada para mubaligh, harus bertanya nih, benarkah kita menyampaikan kebenaran atau hanya mencari penghargaan dan popularitas saja?&lt;br /&gt;Nampaknya, saat bercermin seyogyanya tidak hanya memperhatikan wajah saja, tapi pandanglah akhlak dan perbuatan yang telah kita lakukan. Sayangnya, jarang orang berani jujur dengan tidak membohongi diri, seringnya malah merasa pinter padahal bodoh, merasa kaya padahal miskin, merasa terhormat padahal hina. Padahal untuk berakhlak baik kepada manusia, awalnya dengan berlaku jujur kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;Kalaupun mendapati orang tua kita berakhlak buruk. Sadarilah bahwa darah dagingnya melekat pada diri kita, karenanya kita harus berada di barisan paling depan untuk membelanya demi keselamatan dunia dan akhiratnya. Bagi orang tua yang belum Islam, kewajiban seorang anaklah yang bertanggung jawab mengikhtiarkannya jalan hidayah. Apabila orang tua berlumur dosa dan belum mau melakukan shalat, maka seorang anaklah yang berada pada barisan pertama membantu orang tua kita menjadi seorang ahli ibadah dan ahli taubat.&lt;br /&gt;Ingatlah, walau bagaimanapun kita punya hutang budi pada orang tua kita. Keburukan yang ada pada mereka, jangan menjadikan kebencian, jangan pula menyalahkan dan menyesali diri, "kenapa saya lahir dari orang tua yang sudah cerai?" misalnya. Atau adapula anak yang sibuk menyalahkan diri, karena tidak pernah tahu keberadaan orang tuanya. Sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah jika hanya menyalahkan keadaan. Lebih baik kita tanyakan pada diri ini, apakah sudah punya manfaat tidak kita ini? Makin banyak manfaat yang kita lakukan dengan ikhlas, insya ALLOH itulah rizki kita.&lt;br /&gt;Begitu pula terhadap lingkungan, kita harus punya akhlak tersendiri. Seperti pada binatang, kalau tidak perlu tidak usah kita menyakitinya. Ada riwayat seorang ibu ahli ibadah, tapi ALLOH malah mencapnya sebagai ahli neraka. Mengapa? Ternyata karena si ibu ahli ibadah ini pernah mengurung kucing dalam sebuah tempat, sehingga si kucing tidak mendapatkan jalan keluar untuk mencari makan, padahal oleh si ibu tidak pula diberi makan, sampai akhirnya kucing itu mati. Karenanya, walau si ibu ini ahli ibadah, tapi ALLOH melaknatnya karena akhlak pada makhluknya jelek.&lt;br /&gt;Kadang aneh kita ini, ketika duduk di taman nan hijau, entah sadar atau tidak kita cabuti rumput atau daun-daunan yang ada tanpa alasan yang jelas. Padahal rumput, daun, dan tumbuh-tumbuhan yang ada di alam semesta ini semuanya sedang bertasbih kepada-Nya. Yang paling baik adalah jangan sampai ada makhluk apapun di lingkungan kita yang tersakiti. Termasuk ketika menyiram atau memetik bunga, tanaman, atau tumbuhan lainnya, hendaklah dengan hati-hati, karena tanaman juga mengerti apa yang dilakukan kita kepadanya. Dikisahkan ketika Nabi SAW pindah mimbar, yang asalnya menyandar pada sebuah pohon kurma, maka pohon kurma itu diriwayatkan sangat sedih dan menangis, karena ia telah ditinggalkan sebagai alat bantu Rasulullah SAW dalam menyampaikan ilmu kepada para sahabatnya.&lt;br /&gt;Kejadian lain adalah ketika seorang hamba yang shalih dihampiri seekor singa yang mengaum-ngaum seakan hendak menerkamnya. Tentu saja semua orang yang melihat kejadian ini berlari ketakutan. Anehnya, hamba yang shalih ini sama sekali tidak kelihatan merasa takut, kenapa? Karena dia yakin bahwa singa juga makhluk dalam genggaman ALLOH dan sama-sama sedang bertasbih kepada-Nya. Seraya mengajak berbicara layaknya pada makhluk yang bisa diajak bicara, "Mau apa kesini? Kalau tidak ada kewajiban dari ALLOH dan hanya untuk mengganggu masyarakat, alangkah baiknya engkau pergi", maka pergilah singa itu, subhanallah. Demikianlah, orang yang takutnya hanya kepada ALLOH, makhluk pun tunduk kepadanya.&lt;br /&gt;Seperti halnya ketika ada ular di halaman rumah, maka bagi orang yang akhlaknya baik dan dia merasa tidak terganggu, sama sekali dia tidak akan membunuhnya, malah ditolongnya si ular ini untuk bisa kembali ke habitatnya, itu yang lebih baik. Kalaupun dirasa mengganggu sehingga tidak ada jalan lain kecuali harus dibunuh, maka ia akan membunuhnya dengan cara terbaik, dan tidak lupa disebutnya asma ALLOH. Jadilah proses membunuh ular ini sebagai ladang amal.&lt;br /&gt;Betapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, ia bagai cahaya matahari yang menyinari kegelapan, menjadikannya tumbuh benih-benih, bermekarannya tunas-tunas, merekahnya bunga-bunga di taman, hingga menggerakkan berputarnya roda kehidupan. Demikianlah, cahaya pribadi kita hendaknya mampu menyemangati siapapun, bukan hanya diri kita, tetapi juga orang lain dalam berbuat kebaikan dengan full limpahan energi karunia ALLOH Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah energi-Nya, subhanallah. Ingatlah, hidup hanya sekali dan sebentar saja, sudah sepantasnya kita senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini, yakni menjadi seperti yang disabdakan Nabi SAW, sebagai khairunnas. Sebaik-baik manusia! Insya ALLOH. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-114985655636926705?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/114985655636926705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=114985655636926705' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114985655636926705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114985655636926705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/sebaik-baiknya-manusia.html' title='Sebaik-baiknya Manusia'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-114984553167600647</id><published>2006-06-09T02:31:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T02:32:11.890-07:00</updated><title type='text'>Adakah Amal yang Tetap Bermakna?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah bagi orang-orang yang ibadahnya temporal, karena bisa jadi perbuatan&lt;br /&gt;tersebut merupakan tanda-tanda keikhlasannya belum sempurna. Karena aktivitas ibadah&lt;br /&gt;yang dilakukan secara temporal tiada lain, ukurannya adalah urusan duniawi. Ia hanya&lt;br /&gt;akan dilakukan kalau sedang butuh, sedang dilanda musibah, atau sedang disempitkan&lt;br /&gt;oleh ujian dan kesusahan, jadi meningkatlah amal ibadahnya. Tidak demikian halnya ketika&lt;br /&gt;pertolongan Allah datang, kemudahan menghampiri, kesenangan berdatangan, justru kemampuan bersenang-senangnya bersama Allah malah menghilang.&lt;br /&gt;Bagi yang amalnya temporal, ketika menjelang pernikahan saja tiba-tiba saja ibadahnya meningkat shalat wajib tepat waktu, tahajud nampak khusyu tapi anehnya ketika sudah menikah, jangankan tahajud, shalat subuh pun terlambat. Ini perbuatan yang memalukan. Sudah diberi kesenangan,&lt;br /&gt;justru malah melalaikan perintah-Nya. Harusnya sesudah manikah berusaha lebih gigih lagi dalam&lt;br /&gt;ber-taqarub kepada Allah sebagai bentuk ingkapan rasa syukur.&lt;br /&gt;Ketika berwudhu, misalnya ternyata disamping ada seorang ulama yang cukup terkenal dan disegani,&lt;br /&gt;wudhu kita pun secara sadar atau tidak tiba-tiba dibagus-baguskan. Lain lagi ketika tidak ada&lt;br /&gt;siapa pun yang melihat, wudhu kitapun kembali dilakukan dengan seadanya dan lebih dipercepat.&lt;br /&gt;Atau ketika menjadi imam shalat, bacaan Qur'an kita kadangkala digetar-getarkan atau disedih-sedihkan&lt;br /&gt;agar orang lain ikut sedih. Tapi sebaliknya ketika shalat sendiri, shalat kita menjadi kilat, padat&lt;br /&gt;dan cepat. Kalau shalat sendirian dia begitu gesit, tapi kalau ada orang lain jadi kelihatan bagus.&lt;br /&gt;Hati-hatilah bisa jadi ada sesuatu dibalik ketidakikhlasannya ibadah-ibadah kita ini. Karenanya&lt;br /&gt;kalau melihat amal-amal yang kita lakukan jadi melemah kualitas dan kuantitasnya ketika diberi&lt;br /&gt;kesenangan, maka itulah tanda bahwa kita kurang ikhlas dalam beramal.&lt;br /&gt;Hal ini berbeda dengan hamba-hamba-Nya yang telah menggapai maqam ikhlas, maqam dimana&lt;br /&gt;seorang hamba mampu beribadah secara istiqomah dan terus-menerus berkesinambungan. Ketika&lt;br /&gt;diberi kesusahan, dia akan segera saja bersimpuh sujud merindukan pertolongan Allah. Sedangkan&lt;br /&gt;ketika diberi kelapangan dan kesenangan yang lebih lagi, justru dia semakin bersimpuh dan ber-&lt;br /&gt;syukur lagi atas nikmat-Nya ini. Orang-orang yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya&lt;br /&gt;dalam kondisi ada atau tidak ada orang yang memperhatikan adalah sama saja. Berbeda dengan&lt;br /&gt;orang yang kurang ikhlas, ibadahnya justru akan dilakukan lebih bagus ketika ada orang lain&lt;br /&gt;memperhatikannya, apalagi bila orang tersebut dihormati dan disegani.&lt;br /&gt;Sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang ikhlas ini.&lt;br /&gt;Betapa tidak? Orang-orang ikhlas akan senantiasa dianugerahi pahala, bahkan bagi&lt;br /&gt;orang-orang ikhlas, amal-amal mubah pun pahalanya akan berubah jadi pahala amalan&lt;br /&gt;sunah atau wajib. Hal ini akibat niatnya yang bagus.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan niat ini seorang ulama ahli hikmah berkata, "Terkadang amal yang sedikit&lt;br /&gt;menjadi banyak oleh sebab niat, dan sebaliknya kadangkala amal yang banyak menjadi sedikit&lt;br /&gt;hasilnya, juga karena niat!".&lt;br /&gt;Pantaslah bila Yahya bin Abi Katsir menganjurkan kepada kita untuk senantiasa mempelajari&lt;br /&gt;dan mengetahui akan pentingnya niat ini dalam beramal, dia berkata, "Pelajarilah niat, karena&lt;br /&gt;ia lebih menyampaikan kepada tujuan ketimbang amal".&lt;br /&gt;Rasulullah SAW sendiri menasihatkan kepada kita, "Bahwa sesungguhnya amal itu tergantung&lt;br /&gt;kepada niatnya, dan bagi seseorang adalah apa yang ia niatkan. Maka, barangsiapa yang niat&lt;br /&gt;hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia atau karena perempuan yang ingin dinikahinya,&lt;br /&gt;maka hijrahnya itu adalah kepada apa yang ditujunya." (H.R Bukhari)&lt;br /&gt;Maka, bagi orang-orang yang ikhlas, dia tidak akan melakukan sesuatu kecuali ia kemas niatnya&lt;br /&gt;lurus kepada Allah saja. Kalau hendak duduk di kursi diucapkannya, "Bismillahirrahmanirrahiim,&lt;br /&gt;ya Allah semoga aktivitas duduk ini menjadi amal kebaikan". Lisannya yang bening senantiasa me-&lt;br /&gt;muji Allah atas nikmatnya berupa karunia bisa duduk sehingga ia dapat beristirahat menghilangkan&lt;br /&gt;kepenatan. Jadilah aktivitas duduk ini sarana taqarrub kepada Allah.&lt;br /&gt;Karena banyak pula orang yang melakukan aktivitas duduk, namun tidak mendapatkan pertambahan&lt;br /&gt;nilai apapun, selain menaruh (maaf!) pantat dikursi. Tidak usha heran bila suatu saat Allah memberi&lt;br /&gt;peringatan dengan sakit ambeien atau bisul, sekedar kenang-kenangan bahwa aktivitas duduk adalah&lt;br /&gt;anugerah nikmat yang Allah karuniakan kepada kita.&lt;br /&gt;Begitupun ketika makan, sempurnakan niat dalam hati, sebab sudah seharusnya di lubuk hati yang&lt;br /&gt;paling dalam kita meyakini bahwa Allah-lah yang memberi makan tiap hari, tiada satu hari pun yang&lt;br /&gt;luput dari limpahan curahan nikmatnya.&lt;br /&gt;Kalau membeli sesuatu, diperhitungkan juga bahwa apa yang dibeli diniatkan karena Allah. Ketika&lt;br /&gt;membeli kendaraan, niatkan karena Allah. Karena menurut Rasulullah SAW, kendaraan itu ada&lt;br /&gt;3 jenis, 1) Kendaraan untuk Alah 2) Kendaraan untuk syetan 3) Kendaraan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Apa cirinya ? Kalau niatnya benar, dipakai untuk maslahat ibadah, maslahat agama, maka inilah&lt;br /&gt;kendaraan untuk Allah. Tapi kalau sekedar untuk pamer, riya, ujub maka inilah kendaraan untuk&lt;br /&gt;syetan. Sedangkan kendaraan untuk dirinya sendiri, misalkan kuda dipelihara, dikembangbiakan&lt;br /&gt;dipakai tanpa niat, maka inilah kendaraan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Pastikan bahwa jikalau kita membeli kendaraan, niat kita tiada lain hanyalah karena Allah.&lt;br /&gt;Karenanya bermohon saja kepada Allah, "Ya Allah saya butuh kendaraan yang layak, yang&lt;br /&gt;bisa meringankan untuk menuntut ilmu, yang bisa meringankan untuk berbuat amal, yang&lt;br /&gt;bisa meringankan dalam menjaga amanah". Subhanallah bagi orang yang telah meniatkan&lt;br /&gt;seperti ini, maka bensinnya, tempat duduknya, shockbreaker-nya dan semuanya dari ken-&lt;br /&gt;daraan itu ada dalam timbangan kebaikan, insya Allah. sebaliknya jika digunakan untuk&lt;br /&gt;maksiat, maka kita jugalah yang akan menanggung balasan dosanya.&lt;br /&gt;Kedahsyatan lain dari seorang hamba yang ikhlas adalah akan memperoleh pahala amal,&lt;br /&gt;walaupun sebenarnya belum menyempurnakan amalnya, bahkan belum mengamalkannya.&lt;br /&gt;inilah istimewanya amalan orang yang ikhlas. Suatu saat, misalkan, hati sudah bulat me-&lt;br /&gt;niatkan mau bangun malam untuk tahajud, "Ya Allah saya ingin tahajud jam 03.30 ya&lt;br /&gt;Allah". Weker pun diputar, istri diberitahu. Berdoa dan tidurlah ia dengan tekad bulat&lt;br /&gt;akan bangun tahajud.&lt;br /&gt;Sayangnya ketika terbangun ternyata sudah azan subuh. Bagi hamba yang ikhlas, justru&lt;br /&gt;dia akan gembira bercapur sedih. Sedih karena tidak kebagian shalat tahajud dan gembira&lt;br /&gt;karena masih kebagian pahalanya. Bagi yang sudah berniat untuk tahajud dan tidak di-&lt;br /&gt;bangunkan oleh Allah, maka kalau ia sudha bertekad, Allah pasti akan memberikan pahalanya.&lt;br /&gt;mungkin ALlah tahu, hari-hari yang kita lalui akan menguras tenaga. Allah Mahatau apa&lt;br /&gt;yang akan terjadi, Allah juga Mahatau bahwa kita mungkin telah defisit energi karena&lt;br /&gt;kesibukan kita terlalu banyak. Hanya Allah-lah yang menidurkan kita dengan pulas.&lt;br /&gt;Sungguh apapun amal yang dilakukan seorang hamba yang ikhlas akan tetap bermakna,&lt;br /&gt;akan tetap bernilai, dan akan tetap mendapatkan balasan pahala yang setimpal.&lt;br /&gt;Subhanallah. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-114984553167600647?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/114984553167600647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=114984553167600647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114984553167600647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114984553167600647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/adakah-amal-yang-tetap-bermakna.html' title='Adakah Amal yang Tetap Bermakna?'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-114984344695809712</id><published>2006-06-09T01:56:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T01:57:26.970-07:00</updated><title type='text'>Syukur Pengundang Nikmat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adalah kenyataan yang kita saksikan sehari-hari ternyata kebahagiaan yang dirindukan bukanlah hal yang mudah didapat. Kita sering mendapatkan orang-orang pusing dan nelangsa karena tidak punya uang, namun bersamaan dengan itu kita sering melihat orang yang menderita stress dan was-was melekat pada orang-orang yang justru kelebihan uang. Dan adapula yang merasa sempit dan sengsara karena dia adalah orang yang banyak hutang. Begitupun berkaitan dengan rupa, harta, kedudukan, kekuasaan, popularitas, gelas dan aksesoris duniawi lainnya ternyata sama sekali tidak menjamin akan ketentraman, kenikmatan dan kebahagiaan, apakah sebabnya ?&lt;br /&gt;Andaikata diambil perumpamaan, bayangkan jika ada sebuah lemari kaca penuh dengan makanan lezat tapi terkunci rapat, manakah yang lebih dahulu dipikirkan? Isi lemari atau kunci lemari?&lt;br /&gt;Siapapun yang normal cara berpikirnya akan berupaya mencari kuncinya lebih dahulu, karena mati-matian ingin menikmati isi lemari, tapi kalau tidak punya kuncinya sama dengan menyiksa diri membuat penderitaan tiada akhir didera keinginan yang tidak akan tercapai.&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa kenyataan hidup pun tidak jauh berbeda dengan perumpamaan diatas. Sehebat apapun keinginan menikmati hidup bila tidak mengetahui kuncinya maka kebahagiaan hanya akan ada dalam angan-angan saja, kalaupun merasa mendapat kebahagiaan sesungguhnya hanyalah semu belaka atau bagai mengejar bayang-bayang tidak akan pernah terkejar.&lt;br /&gt;Sayang, sebagian besar orang lebih sibuk memikirkan isi lemari daripada sibuk mengetahui dan menguasai kuncinya. Itulah sebabnya hidup ini menjadi sulit untuk bahagia , selalu menjadi perpindahan dari was-was, takut, cemas, gelisah, bingung, tegang, pening dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kunci pembuka lemari nikamt itu bernama syukur , artinya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar pula.&lt;br /&gt;Memiliki kemampuan bersyukur berarti pula akan dapat mengikat nikmat yang ada dan mengundang nikmat yang lebih besar yang belum ada sesuai dengan janji Allah,&lt;br /&gt;"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan sesungguhnya jika kami bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS. Ibrahim[14]:7)&lt;br /&gt;Dengan demikian maka wajib bagi siapapun yang merindukan hidup bahagia ternikmati dengan baik dan benar harus mengenal kunci bersyukur.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kunci rahasia syukur pengundang nikmat :&lt;br /&gt;1. Tidak merasa memiliki kecuali meyakini segalanya milik Allah&lt;br /&gt;Keyakinan bahwa segalanya hanyalah milik Allah atau tidak merasa dimiliki dan memiliki kecuali hanyalah milik Allah, adalah kunci yang sangat luar biasa dampaknya bagi kenyamanan dan kebahagiaan hidup. Bagi orang yang telah memasuki keyakinan ini, adanya kekayaan duniawi sebanyak apapun tidak membuatnya sombong dan takabur, tiadanya duniawi tidak akan membuat minder dan nelangsa, ikhtiarnya tidak mungkin tidak jujur, karena yakin bahwa jujur rizki dari Allah, dan tidak jujur pun tetap rizki dari Allah. Pendek kata kalaupun akan diumpamakan petugas parkir, walaupun segala kendaraan mewah ada di halaman parkirnya sama sekali tidak akan membuatnya sombong, begitupun ketika seluruh kendaraan diambil sampai habis tidak membuatnya kecewa dan merana. Mengapa demikian ? karena petugas tersebut sangat sadar bahwa segala yang ada hanya titipan saja, sama sekali bukan miliknya, nah begitupun diri kit asemua. Terjadinya hari sombong, sibuk pamer atau nelangsa karena kehilangan atau ketidakjujuran ketika ikhtiar semuanya berasa dari merasa memiliki. Padahal seharusnya mereka merasa tertitipi belaka. Segala-galanya hanyalah milik Allah SWT. Sesuai dengan firman Allah,&lt;br /&gt;"Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi, dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kami menyembunyikannya niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan perbuatanmu itu" (QS.Al-Baqarah[2]:284)&lt;br /&gt;2. Selalu Memuji Allah dalam Segala Kondisi&lt;br /&gt;Selalu berucap alhamdulillah, memuji ALlah dalam segala kondisi senang maupun susah karena nikmat yang harus disyukuri lebih banyak daripada musibah. Alkisah ada seseorang yang sangat kaya raya sedang mengamat-ngamati tanah yang telah dimilikinya yang terbentang sangat luas. Tetapi setiap melihat sebidang tanah kecil yang ada diantara tanah miliknya, mulailah hatinya merasa tidak nyaman dan semakin lama semakin mendidih karena begitu kesal dan geram disebabkan tanah petak kecil tersebut tidak mau dijual kepadanya. Memang sebetulnya tidak berpengaruh apapun terhadap kekayaannya, tetapi rasanya sungguh tidak puas andaikata masih ada pemilik lain disekitar tanahnya, sudah hampir dua tahun dirinya memendam dongkol dan pikirannya dibuat pusing oleh tanah mungil yang tidak mau dijual kepadanya itu, sehingga hampir tidak ada waktu untuk menikmati tanah yang begitu luas miliknya sendiri.&lt;br /&gt;Tiba-tiba sayup-sayup terdengar lirih penuh kesyahduan bergetar penuh kekhusuan menyebut "Alhamdulillah yaa Allah, Alhamdulillah.....Alhamdulillah..." dan suara itu benar-benar menggugahnya menembus relung-relung kalbu yang selama ini selalu gersang resah gelisah, bagai air bening nan sejuk yang dirasakan bagi yang sangat dahaga kehausan. Semakin bersungguh-sungguh didengar, maka semakin bergetarlah hatinya turut menikmati orang yang tengah syahdu memuji Tuhannya, sehingga tanpa terasa berlinanglah air matanya, sungguh tetesan yang sangat langka, aie mata yang sudah lama sekali tidak menetes bahkan mungkin terasa sudah lupa bagai tidak memiliki air mata seperti ini.&lt;br /&gt;Setelah berupaya mencari sumber suara tersebut, dan akhirnya ditemukannya sebuah rumah sederhana, berlantai tanah, beratap daun-daun kurma dan berdinding bilik. Dari jendela tua yang terbuka tampaklah seseorang tengah duduk bersimbuh diatas tikar menghadap kiblat. Nampak air mata becucuran sampai membasahi janggutnya.&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum", sapaan yang selera dijawabnya dengan penuh getaran keikhlasan dan tampak bertambah dijiwai pujaan kepada Allah 'Alhamdulillah". Dan sang tamu pun menyapa "Pak saya ini tamu, lihatlah saya". Ketika tuan rumah itu menoleh serta merta bertambah deraslah cucuran air matanya sambil mengusap matanya dan tidak terputus lisannya bertahmid "Alhamdulilla yaa Allah....."&lt;br /&gt;Dengan penuh rasa heran dan haru, sang tamu agak memaksa untuk mendapatkan jawaban, "Katakan Pak, apa yang menyebabkan bapak begitu larut dan tampak nikmat memuji Allah seperti itu ? Saya pun yang mendengar dan memperhatikannya ikut hanyut merasakan nikmat bergetarnya kalbu ini ".&lt;br /&gt;Lalu beliau menjawab betapa dirinya merasa dicelupkan dalam samudra nikmat yang tiada bertepi, yang seakan-akan tiada satupun yang tidak dapat disyukurinya.Syukur ditakdirkan jadi manusia normal tidak jadi hewan. Syukur ditakdirkan menjadi muslim tidak menjadi kafirin. Syukur diberi nikmatnya iman dan bisa beramal tidak menjadi munafikin atau fasikin. Syukur otak bisa berfikir normal sehingga dapat mencari dan menemukan keagungan dan kebesaran Allah yang dapat menuntunnya menemukan kebenaran dan arti hidup ini.&lt;br /&gt;Syukur bahwa Allah tidak pernah lupa memberi makan dan minum setiap hari sehingga tubih bisa kuat untuk beribadah. Syukur Allah memberi tempat berteduh sehingga dapat beristirahat dengan layak. Syukur karena Allah selalu memberi sesuatu untuk menutup aurat, bahkan ketika mendengar suara tuan mengucapkan salam saya merasa harus semakin bersyukur karena masih memiliki telinga yang masih bisa mendengar dan teringatlah betapa dengan telinga ini dapat mendengar suara anaknya, dapat berbincang-bincang dan dapat mendengar ilmu dan yang terpenting dapat mendengar nasihat-nasihat, ayat-ayat Allah dan seruan kepada kebaikan.&lt;br /&gt;Dan ketika menoleh melihat tuan, saya teringat akan karunia mata yang masih sehat yang harus disyukuri dan terkenanglah dengan mata ini saya menatap wajah orang tua, istri, anak, guru, sahabat dan yang utama sekali bisa membaca menuntut ilmu dan bisa membaca Al-Qur'an surat dari Allah tercinta. Syukur masih memiliki hati yang bisa merasakan kasih sayang dan nikmatnya iman. Setelah mendengar ungkapan tersebut sang orang kaya tercengang dalam dan lama sekali seakan telah menemukan sesuatu yang hilang.&lt;br /&gt;Sesuai berpamitan dan melangkah menuju rumahnya, pikirannya tidak bisa lepas sedikitpun dari pengalaman yang dialaminya tersebut. Bahkan ketika sampai dirumahpun seluruh waktunya terkuras untuk mengenang peristiwa yang dilihatnya. Terpikir olehnya betapa beruntungnya orang sederhana tadi, walaupun memiliki harta hanya ala kadarnya tetapi begitu bahagia menikmati dan mensyukuri nikmat yang ada, sungguh berlainan dengan keadaan dirinya, walaupun hartanya berlimpah ruah tetapi begitu sulit hatinya untuk menikmati syukur, begitu langka menikmati ketentraman, ketenangan, dan kesejukan kalbu, selalu galau memikirkan yang tidak ada, selalu saja merasa ada yang kurang bagai minum air laut, semakin diminum semakin bertambah haus.&lt;br /&gt;Akhirnya dia merasa telah mendapat pelajaran mahal yang tidak ternilai harganya dan memutuskan untuk berterima kasih kepada Pak Tua tersebut dengan memberinya sebuah rumah yang lengkap dengan segala fasilitas yang ada bahkan termasuk untuk kebutuhan sehari-haripun telah dijamin sepenuhnya. Namun jawaban dari sang miskin sungguh diluar dugaannya, "Hai manusia malang, dengan nikmat seperti ini saja saya sudah sangat repot untuk mensyukurinya, apalagi jika mendapatkan yang lebih banyak.....!!". Maka semakin lunglailah sang saudagar merasakan kemiskinan, kerendahan dan kehinaan pribadinya.&lt;br /&gt;Andaikata kita berani jujur kepada diri sendiri, betapa sering kitapun berprilaku mirip dengan kaya tersebut, selalu saja diperbudak oleh keinginan yang tidak ada habisnya, tidak pernah puas oleh apa yang telah ada, selalu membandingkan dengan yang lebih tinggi. lebih bagus, lebih kaya, akibatnya semua nikmat yang ada jadi terasa sangat kurang, sangat sedikit. Akibatnya apa yang telah dimili ki jangankan bisa dinikmati malah menjadi biang kesengsaraan, bukan karena tiada memiliki sesuatu, melainkan karena tiada memiliki rasa syukur.&lt;br /&gt;Pendek kata siapapun yang lebih sibuk melihat dengan proporsional nikmat yang lebih banyak harus disyukuri dan dibandingkan dengan musibah yang pasti kecil dan lebih sedikit dibanding nikmat yang ada, niscaya kesulitan apapun yang dihadapi akan terasa jauh lebih ringan atau bahkan menjadi bagian yang dinikmati pula. Maka untuk urusan duniawi tengoklah selalu kebawah, niscaya kita akan merasa sudah mendapat banyak dan melimpah. Dan tidak perlu kita ingin selalu tampak lebih daripada keadaan sebenarnya, semua ini akan menyiksa hidup kita, hiduplah dengan menerima apa adanya, sambil secara bertahap kita berupaya mengingkatkan taraf hidup kita.&lt;br /&gt;Oleh karena itu orang yang ingin dapat menikmati hidup ini dengan baik dan juga dijamin akan dicukupi nikmat lainnya oleh Allah. Hendaknya menyadari bahwa nikmat yang sesungguhnya bukan dari ada dan tiada, melainkan dari sikap terhadap ada dan tiada. Syukurilah apapun yang diberikan Allah tanpa harus kecewa dan keluh kesah, dan ikhtiarlah lebih sungguh-sungguh lagi dengan hati yang lapang, niscaya Allah tidak akan pernah mengecewakan hambanya yang ahli bersyukur.&lt;br /&gt;Dan ingat baik-baik, bagus, cocok untuk orang lain belum tentu maslahat untuk setiap orang, yakinlah ada takdirnya masing-masing. Sesungguhnya kita sangat sering berlaku tidak adil kepada diri kita sendiri juga terhadap nikmat yang diberikan Allah, yaitu diantaranya dengan salah memandang nikmat dan musibah, akibatnya begitu banyak kejadian yang membahagiakan justru kita sikapi secara salah sehingga menjadi sesuatu yang menyedihkan.&lt;br /&gt;3. Nikmat Adalah Kendaraan Menuju Allah&lt;br /&gt;kita sepakat bahwa seseorang yang dengan kearifannya berusaha untuk memahami manfaat yang hakiki dari setiap pemberian Allah, dan kegembiraannya sudah bukan terletak pada pesona indah atau bagusnya dunia, tetapi dari manfaat dunia ini menjadi kendaraannya yang dapat membuatnya semakin dekat kepada Allah, maka inilah hakikat syukur yang paling tepat yaitu orang yang memili kesadaran bahwa semua titipan Allah harus menjadi kendaraan untuk membuatnya semakin dekat dan akrab dengan Allah.&lt;br /&gt;4. Tahu Balas Budi dan Berterima Kasih&lt;br /&gt;Barangsiapa telah berbuat kebaikan kepada kalian, maka hendaklah kalian membalasnya, jika kalian tidak mampu membalasnya, maka berdoalah buatnya, hingga kalian tahu bahwa kalian telah bersyukur. Sebab Allah yang Maha tahu berterima dan sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;kita sekarang dapat membaca Al-Qur'an, lezat berfikir dan bermunajat, nikmat shalat maupun tahajud, ringan sedekah dan mensucikan harta dan mengenal dengan jelas makna hidup yang harus dijalani sehingga tidak menjadi mahluk dungu yang tidak mengerti hidup dan yang paling tidak ternilai adalah hidup ini menjadi mantap dan tentram karena telah mengenal serta memiliki keyakinan kepada Allah yang Maha Agung dan Maha Perkasa.&lt;br /&gt;Pernahkah kita dengan sengaja dan sungguh-sungguh mengenang lewat siapa saja semua itu sampai kepada diri kita?&lt;br /&gt;Atau setidaknya pernahkah kita berdoa memohon dengan sungguh-sungguh dan tulus agar Allah membalas segala kebaikannya, menyelamatkan keluarga dan keturunannya dunia maupun akhirat. Andaikata tidak atau belum, maka kita semakin mengetahui jenis apa sesungguhnya kita ini, mungkin itulah sebabnya kita sering merasa susah mendapat dan memahami ilmu atau kalaupun telah memiliki ilmu tidak mudah mengamalkannya.&lt;br /&gt;Menceritakan nikmat agar orang lain ingat dan berharap banyak kepada Allah adalah suatu kebaikan tapi waspadai bahaya riya. Banyaklah beristighfar atas segala nikmat yang ada jangan sampai membuat ujub, takabur dan riya.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla, Dzat Maha Pembolak-balik hati hamba-hamba-Nya mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk bersungguh-sungguh berjuang untuk menjadi seorang hamba ahli syukur terhadap nikmat-nikmat yang dikaruniakan kepada-Nya. Amin.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-114984344695809712?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/114984344695809712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=114984344695809712' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114984344695809712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114984344695809712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/syukur-pengundang-nikmat.html' title='Syukur Pengundang Nikmat'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29460184.post-114984325426294382</id><published>2006-06-09T01:52:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T01:54:14.276-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mahasuci ALLOH, Zat yang Maha Mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan  menghinakan orang tersebut.&lt;br /&gt;Betapa tidak? Jikalau kemampuan kita menyayangi orang lain tercerabut, maka itulah biang dari segala bencana, karena kasih sayang ALLOH Azza wa Jalla ternyata hanya akan diberikan kepada&lt;br /&gt;orang-orang yang masih hidup kasih sayang di kalbunya.&lt;br /&gt;Seperti kejadian yang menimpa Arie Hanggara-yang kisahnya pernah diangkat di film layar lebar-ia&lt;br /&gt;menemui ajal karena dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri. Begitulah, kekejian demi kekejian, kebiadaban demi kebiadaban menjadi perlambang kehinaan martabat manusia. Hal ini terjadi, tiada lain karena telah tercerabutnya karunia kasih sayang yang ALLOH semayamkan di dalam kalbunya.&lt;br /&gt;Karenanya, tidak bisa tidak, kita harus berjuang dengan sekuat tenaga agar hati nurani kita hidup.&lt;br /&gt;Tidak berlebihan jikalau kita mengasahnya dengan merasakan keterharuan dari kisah-kisah orang yang rela meluangkan waktu untuk memperhaikan orang lain. Kita dengar bagaimana ada orang yang rela bersusah-payah membacakan buku, koran, atau juga surat kepada orang-orang tuna netra, sehingga mereka bisa belajar, bisa dapat informasi, dan bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "ALLOH SWT mempunyai seratus rahmat (kasih sayang),&lt;br /&gt;dan menurunkan satu rahmat (dari seratus rahmat) kepada jin, manusia, binatang, dan hewan melata. Dengan rahmat itu mereka saling berbelas-kasih dan berkasih sayang, dan dengannya pula binatang-binatang buas menyayangi anak-anaknya. Dan (ALLOH SWT) menangguhkan 99 bagian rahmat itu sebagai kasih sayang-Nya pada hari kiamat nanti." (H.R. Muslim).&lt;br /&gt;Dari hadis ini nampaklah, bahwa walau hanya satu rahmat-Nya yang diturunkan ke bumi, namun&lt;br /&gt;dampaknya bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Karenanya, sudah sepantasnya&lt;br /&gt;jikalau kita merindukan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan ALLOH SWT, tanyakanlah kembali pada diri ini, sampai sejauhmana kita menghidupkan kalbu untuk saling berkasih sayang&lt;br /&gt;bersama makhluk lain?&lt;br /&gt;Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah mata air yang selalu bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju lautan luas, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali.&lt;br /&gt;Sama pula seperti pancaran sinar cerah matahari di pagi hari, dari dulu sampai sekarang ia terus-menerus memancarkan sinarnya tanpa henti, dan sama pula, matahari tidak mengharap sedikit pun sang cahaya yang telah terpancar kembali pada dirinya. Seharusnya seperti itulah sumber kasih sayang di kalbu kita, ia benar-benar melimpah terus tidak pernah ada habisnya.&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya agar muncul kepekaan kita menyayangi orang lain, kita mengawalinya dengan&lt;br /&gt;menyayangi diri kita dulu. Mulailah dengan menghadapkan tubuh ini ke cermin seraya bertanya-tanya:&lt;br /&gt;Apakah wajah indah ini akan bercahaya di akhirat nanti, atau justru sebaliknya, wajah ini akan gosong terbakar nyala api jahannam?&lt;br /&gt;Tataplah hitamnya mata kita, apakah mata ini, mata yang bisa menatap ALLOH, menatap Rasulullah SAW, menatap para kekasih ALLOH di surga kelak, atau malah akan terburai karena kemaksiyatan yang pernah dilakukannya?&lt;br /&gt;Rabalah bibir manis kita, apakah ia akan bisa tersenyum gembira di surga sana atau malah bibir yang lidahnya akan menjulur tercabik-cabik?!&lt;br /&gt;Perhatikan tubuh tegap kita, apakah ia akan berpendar penuh cahaya di surga sana, sehingga layak berdampingan dengan si pemiliki tubuh mulia, Rasulullah SAW, atau tubuh ini malah akan membara, menjadi bahan bakar bersama hangusnya batu-batu di kerak neraka jahannam?&lt;br /&gt;Ketika memandang kaki, tanyakanlah apakah ia senantiasa melangkah di jalan ALLOH sehingga&lt;br /&gt;berhak menginjakkannya di surga kelak, atau malah akan dicabik-cabik pisau berduri.&lt;br /&gt;Memandang mulusnya kulit kita, renungkanlah apakah kulit ini akan menjadi indah bercahaya ataukah akan hitam legam karena gosong dijilat lidah api jahannam?&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan bercermin sambil menafakuri diri, kita akan lebih mempunyai kekuatan untuk menjaga diri kita.&lt;br /&gt;Jangan pula meremehkan makhluk ciptaan ALLOH, sebab tidaklah ALLOH menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia. Semua yang ALLOH ciptakan syarat dengan ilmu, hikmah, dan ladang amal. Semua yang bergerak, yang terlihat, yang terdengar, dan apa saja karunia dari ALLOH adalah jalan bagi kita untuk bertafakur jikalau hati ini bisa merabanya dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;Dikisahkan di hari akhir datang seorang hamba ahli ibadah kepada ALLOH, tetapi ALLOH malah&lt;br /&gt;mencapnya sebagai ahli neraka, mengapa? Ternyata karena suatu ketika si ahli ibadah ini pernah&lt;br /&gt;mengurung seekor kucing sehingga ia tidak bisa mencari makan dan tidak pula diberi makan oleh si ahli ibadah ini. Akhirnya mati kelaparanlah si kucing ini. Ternyata walau ia seorang ahli ibadah, laknat ALLOH tetap menimpa si ahli ibadah ini, dan ALLOH menetapkannya sebagai seorang ahli neraka, tiada lain karena tidak hidup kasih sayang di kalbunya.&lt;br /&gt;Tetapi ada kisah sebaliknya, suatu waktu seorang wanita berlumur dosa sedang beristirahat di pinggir sebuah oase yang berair dalam di sebuah lembah padang pasir. Tiba-tiba datanglah seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya seakan sedang merasakan kehausan yang luar biasa. Walau tidak mungkin terjangkau kerena dalamnya air di oase itu, anjing itu tetap berusaha menjangkaunya, tapi tidak dapat. Melihat kejadian ini, tergeraklah si wanita untuk menolongnya. Dibukalah slopnya untuk dipakai menceduk air, setelah air didapat, diberikannya pada anjing yang&lt;br /&gt;kehausan tersebut. Subhanallah, dengan ijin ALLOH, terampunilah dosa wanita ini.&lt;br /&gt;Demikianlah, jikalau hati kita mampu meraba derita makhluk lain, insya ALLOH keinginan untuk&lt;br /&gt;berbuat baik akan muncul dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Kisah lain, ketika suatu waktu ada seseorang terkena penyakit tumor yang sudah menahun. Karena&lt;br /&gt;tidak punya biaya untuk berobat, maka berkunjunglah ia kepada orang-orang yang dianggapnya&lt;br /&gt;mampu memberi pinjaman biaya.&lt;br /&gt;Bagi orang yang tidak hidup kasih sayang di kalbunya, ketika datang orang yang akan meminjam uang ini, justru yang terlintas dalam pikirannya seolah-olah harta yang dimilikinya akan diambil oleh dia, bukannya memberi, malah dia ketakutan akan hartanya karena disangkanya akan habis atau bahkan jatuh miskin.&lt;br /&gt;Tetapi bagi seorang hamba yang tumbuh kasih sayang di kalbunya, ketika datang yang akan meminjam uang, justru yang muncul rasa iba terhadap penderitaan orang lain. Bahkan jauh di lubuk hatinya yang paling dalam akan membayangkan bagaimana jikalau yang menderita itu dirinya. Terlebih lagi dia sangat menyadari ada hak orang lain yang dititipkan ALLOH dalam hartanya. Karenanya dia begitu ringan memberikan sesuatu kepada orang yang memang membutuhkan bantuannya.&lt;br /&gt;Ingatlah, hidupnya hati hanya dapat dibuktikan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain&lt;br /&gt;dengan ikhlas. Apa artinya hidup kalau tidak punya manfaat? Padahal hidup di dunia ini cuma sekali&lt;br /&gt;dan itupun hanya mampir sebentar saja. Tidak ada salahnya kita berpikir terus dan bekerja keras&lt;br /&gt;untuk menghidupkan kasih sayang di hati ini. Insya ALLOH bagi yang telah tumbuh kasih sayang di kalbunya, ALLOH Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah Kasih Sayang-Nya akan mengaruniakan ringannya mencari nafkah dan ringan pula dalam menafkahkannya di jalan ALLOH, ringan dalam mencari ilmu dan ringan pula dalam mengajarkannya kepada orang lain, ringan dalam melatih kemampuan bela diri dan ringan pula dalam membela orang lain yang teraniaya, Subhanallah.&lt;br /&gt;Cara lain yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menghidupkan hati nurani agar senantiasa diliputi&lt;br /&gt;nur kasih sayang adalah dengan melakukan banyak silaturahmi kepada orang-orang yang dilanda&lt;br /&gt;kesulitan, datang ke daerah terpencil, tengok saudara-saudara kita di rumah sakit, atau pula dengan&lt;br /&gt;selalu mengingat umat Islam yang sedang teraniaya, seperti di Bosnia, Checnya, Ambon, Halmahera, atau di tempat-tempat lainnya.&lt;br /&gt;Belajarlah terus untuk melihat orang yang kondisinya jauh di bawah kita, insya ALLOH hati kita akan melembut karena senantiasa tercahayai pancaran sinar kasih sayang. Dan hati-hatilah bagi orang yang bergaulnya hanya dengan orang-orang kaya, orang-orang terkenal, para artis, atau orang-orang elit lainnya, karena yang akan muncul justru rasa minder dan perasaan kurang dan kurang akan dunia ini, Masya ALLOH&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29460184-114984325426294382?l=serpihanhikmah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/feeds/114984325426294382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29460184&amp;postID=114984325426294382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114984325426294382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29460184/posts/default/114984325426294382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serpihanhikmah.blogspot.com/2006/06/indahnya-kasih-sayang.html' title='Indahnya Kasih Sayang'/><author><name>mazheri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07935850869069192300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3144/3051/1600/FOTOKU.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
